Mengapa tulisan tangan anak-anak berbeda dengan ajaran gurunya?

Palmer_Method_alphabetPernahkah Anda bertanya mengapa tulisan anak-anak Anda berbeda dengan tulisan tangan yang diajarkan gurunya di sekolah? Atau Anda mungkin dapat mengenang masa ketika Anda belajar menulis. Kita semua yang berada di Indonesia memperoleh pelajaran menulis yang sama. Pernahkah Anda sendiri berpikir mengapa tulisan tangan Anda berubah dari pelajaran dari guru sekolah?

 

Tulisan tangan yang kita pelajari di negeri asalnya bernama metode Palmer atau tulisan latin bersambung. Tulisan ini di Indonesia dikembangkan menjadi tulisan tegak bersambung seperti yang kita gunakan saat belajar menulis. Mungkin ada yang mengenalnya dengan nama tulisan elok bersambung, tulisan tebal tipis, tulisan indah dan lain-lain.

Orang tua kita yang saat ini berusia  60 tahun ke atas bila kita kumpulkan di satu kelas, rata-rata masih menulis dengan tulisantegak bersambung 2 tegak bersambung ini, dengan variasi arah tulisan (slant) ke kanan. Sedangkan generasi yang saat ini berumur 50 ke bawah sudah jarang menulis dengan jenis tulisan ini. Populasi terbanyak generasi sekarang menulis dengan tulisan cetak (disconnected connection) dan terbanyak kedua menggunakan jenis tulisan campuran cetak – sambung (connected and disconnected connection/mix).

Tulisan tegak bersambung ini dalam grafologi memiliki karakteristik konvensional, disiplin, jaga budaya dan daya tahan yang baik. Atau dalam analisa pada penulis dengan jenis tulisan ini adalah orang yang konvensional,  disiplin, jaga budaya dan daya tahan yang baik. Orang-orang yang tidak memiliki karakteristik ini tidak akan memilih atau menggunakan jenis tulisan tegak bersambung.

Generasi-generasi yang berumur di bawah 50 adalah orang-orang yang ingin bebas dalam berekspresi, tidak ingin dibatasi dengan aturan-aturan, kurangnya keterikatan dengan budaya dan daya tahan yang menurun. Mereka punya prinsip: aturan dibuat untuk dilanggar. Demikian juga daya tahan terhadap stress yang menurun: sensi/gampang tersinggung, tingginya depresi dan angka bunuh diri.

Itu sebabnya anak-anak yang tidak memiliki karakteristik konvensional, disiplin, jaga budaya dan daya tahan yang baik hanya menulis tegak bersambung paling lama sampai kelas 2 SD. Selebihnya mulai berkembang tulisan yang bervariasi sesuai dengan perkembangan karakteristik yang dominan dalam otak dan pikirannya.

tegak bersambungPengaruh media dan internet menjadi  pengaruh utama berubahnya jenis tulisan tangan tegak bersambung. Pada generasi yang saat ini berumur 60 tahun ke atas, media TV dan radio terbatas pada masa itu termasuk jaringan internet yang masih langka. Dengan minimnya pengaruh media pada masa itu, fokus pendidikan sekolah pada kualitas mental dan budi pekerti dapat berjalan maksimal,

Pada era sekarang, pendidikan guru di sekolah sudah dikontaminasi oleh besarnya pengaruh informasi media dan internet. Anak-anak yang belum sekolah pun sudah mampu mengakses internet dan informasi terutama video sudah mempengaruhi mereka sebelum pendidikan di sekolah. Karakteristik apa yang sudah terbentuk pada anak-anak Anda? Apakah sudah sesuai dengan perkembangan psikologis anak yang sehat dan positif? Ada baiknya Anda mengevaluasi karakteristik anak-anak Anda melalui tulisan tangannya sebelum perkembangan mereka ke arah yang merugikan, bukan?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin