Top Performer Salesman/Marketer perlukah menjilat apalagi menjelekkan?

penjilat ass bossDunia saat ini dbangun dengan budaya kompetisi, bukan dengan budaya koorporasi atau kerja sama. Demikian di dunia penjualan dan bisnis, kompetisi adalah hal yang biasa tidak saja kompetitor antar perusahaan bahkan di dalam perusahaan sendiri terjadi kompetisi. Banyak yang berlindung di balik istilah “kompetisi sehat” namun itu hanya sampai sebatas istilah atau wacana, sedangkan dalam praktek keseharian kompetisi itu bagaimana individu itu menang tanpa peduli dengan yang lain tersungkur.

 

Tulisan ini tidaklah bermaksud sebagai etika salah benar untuk menilai seseorang yang kompetisi atau menghakimi sesuatu sebagai salah atau buruk. Itu hak mereka, bukan? Saya hanya menyodorkan fakta di sekitar kita benarnya pepatah “lain di mulut lain di hati”. Pada satu saat seseorang dapat berteriak pentingnya kebersamaan, team work atau sesama karyawan adalah keluarga; di saat lain mereka menjelekkan dan menjatuhkan di antara sesama karyawan sendiri.

 

Hal demikian umum dan dianggap wajar dalam dunia bisnis atau penjualan. Ada yang berkompetisi dengan menjelekkan atau menjatuhkan produk kompetitor. Mereka selalu mempromosikan “Produk saya No. 1; yang lain jelek!” Mereka mencari kelemahan competitor mereka: harga lebih mahal, cacat produk, komplain pelanggan dan lain sebagainya. Sebaliknya mereka menonjolkan produk bahkan melebih-lebihkan dan menutupi dengan sempurna cacat produk mereka. Mereka akan menghancurkan siapapun yang mengetahui kekurangan atau cacat diri mereka.

penjilat ass

 

Kepada pelanggan yang potensial, tak jarang mereka dengan mudahnya menjilat dengan cara yang paling halus sampai kasar. Apapun dilakukan untuk memuji pelanggan, selama mereka mendapatkan target yang diinginkan. Berhasilkah? Tak sedikit memang orang-orang seperti ini berhasil entah mendapatkan keuangan atau karir yang diinginkan. Namun apakah itu jangka panjang? Ini menjadi misteri yang juga menghantui ketakutan mereka sehingga terus menerus melakukan praktek yang asal mendapatkan keinginannya.

 

Anda tentu berteriak “Tidak semua orang begitu!”, saya setuju. Masih banyak yang melakukan penjualan dan bisnis tanpa cara menjilat dan menjatuhkan sehingga menguntungkan diri sendiri dengan merugikan orang lain. Para top salesman/marketer menjalankan proses yang menguntungkan para pihak (win win) tanpa mengorbankan pihak lain.

 

top performerBagaimana mereka memilih apa yang saya namakan Win Win Way (3W – triple double you) atau coorporation culture (budaya bekerja sama)? Inilah karakteristik para Top Performer Salesman/Marketer :

  1. Keseimbangan spiritual dan duniawi dengan menyakini rahmatNya dalam setiap tindakannya tidak hanya saat beribadah saja.
  2. Pribadi pemenang, bukan pecundang apalagi mempecundangi sesama.
  3. Jujur dan intergritas tinggi dalam tutur kata dan perilaku, bukan pembohong apalagi suka menuduh padahal dirinya sendiri pelakunya.
  4. Memiliki motivasi yang tinggi dan mampu memotivasi bahkan menjadi pribadi excellent leader yang tidak bossy.
  5. High achiever /pribadi dengan pencapaian prestasi tinggi dengan ambisi yang sehat bukan ambisi yang menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya.
  6. Pembelajar sejati yang terus menambah pengetahuan dan wawasan tanpa memandang rendah kemampuan orang lain, tidak menutupi kekurangan diri atau mengincar orang yang mengetahui keburukan dirinya, namun melakukan perbaikan (improvement) dan peningkatan kualitas diri secara berkelanjutan..
  7. Kepercayaan diri dan keyakinan diri yang tinggi yang tampak dalam perilaku yang rendah hati dan tidak menonjolkan kesombongan apalagi merendahkan sesama.
  8. Kedewasaan dalam kharisma dengan level EQ tinggi sehingga memiliki kontrol emosional yang baik dan alamiah, bukannya meledak tak jelas seperti temper tantrum atau kena syndrome.
  9. Kemampuan mengatasi emosi negatif dengan relaksasi dan refreshing yang cukup sehingga bebas dari gangguan psikologis (psychological syndrome).

 

Seminar GraphoBusiness dapat membantu Sobat untuk menemukan karakteristik diri apakah seorang pemenang atau pecundang. Dan melalui GraphoBusiness Therapy dapat membantu Sobat membangun karakteristik seorang Top Performer apapun profesi Sobat.

 

Seorang karyawan juga seorang salesman atau marketer, bukan? Seorang karyawan pun perlu menjual atau memasarkan diri dan kemampuannya dengan positif. Bila Sobat menjadi seorang Top Performer Employee maka memiliki keyakinan dan kepercayaan diri yang positif. Tentunya Sobat tak perlu menjadi individu yang menjilat, sikut menyikut atau menjatuhkan teman sendiri untuk menjadi Top Performer, bukan? Sekali lagi, Sobat dapat membangun karakteristik seorang Top Performer melalui GraphoBusiness Therapy.

 

Yuk, ikut Becoming a SUPER SALES ~ JAKARTA 2017.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin