Tim Marketing yang “high performer”, apa saja keUNTUNGannya?

marketing is not sellingBagi perusahaan, penjualan adalah ‘jantung’ bagi perusahaan, mesin uang untuk berlangsungnya kehidupan khalayak banyak di perusahaan tersebut. Bila ‘jantung’ tersebut berhenti bekerja maka game over segera menghampiri perusahaan tersebut.

 

Namun samakah penjualan (sales) dengan pemasaran (marketing)? Mungkin masih banyak perusahaan yang masih bingung bahkan menyamakan fungsi sales dengan marketing yaitu sama-sama menjual. Perusahaan menamakan tim penjualannya sebagai Marketing Manager, Marketing Supervisor, Marketing Executive dan berbagai nama yang keren untuk tim yang melakukan fungsi menjual semata.

 

Sebenarnya marketing dengan sales itu berbeda, bukan? Menurut American Marketing Association mendefinisikan marketing adalah suatu aktifitas, bagian dari perusahaan, dan memproses penciptaan, pengkomunikasian, pengantaran, dan kegiatan pertukaran untuk ditawarkan dengan memberikan nilai kepada pelanggan, klien, mitra, dan lingkungan (masyarakat) secara luas.

Kotler dan Armstrong (2008) mendefenisikan marketing sebagai proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya. Bahasa sederhananya menurut Hermawan Kertajaya, pakar marketing Indonesia, memasarkan adalah memuaskan keinginan dan kemauan konsumen dengan cara apapun seperti yang dinyatakan oleh Philip Kotler “marketing is satisfying needs profitability“.

 

Sementara sales atau penjualan itu sendiri adalah bagian dari proses panjang dari fungsi marketing dengan fokus pada menjual produk/jasa dan bertujuan meningkatkan penjualan.  Pendapat bahwa sales adalah ‘jantung’ bagi perusahaan adalah benar sehingga Hermawan Kertajaya perlu menilai bahwa marketing adalah ‘jiwa’ bagi perusahaan.

 

marketing harvard brPerusahaan yang memiliki ‘jiwa’ yang tangguh akan bertahan dalam jangka panjang. Contohnya NIKE, yang tidak memiliki pabrik sehingga produknya pun dibuatkan pihak luar namun memiliki ‘jiwa’ atau marketing yang tangguh maka dapat bertahta di hati konsumennya.

 

Lho kok Yosandy LS yang seorang grafolog dengan background experience sebagai praktisi Human Resource kok sok membicarakan marketing? Gini-gini di beberapa perusahaan saya pernah diajari executive marketing yang ahli di perusahaan tersebut bukan saja teori namun prakteknya. Bahkan salah satu perusahaan minuman nasional yang mampu menghadang market share minuman internasional mengajarkan dan menjadikan setiap karyawannya sebagai marketer dengan porsinya masing-masing. Memang saya bukanlah ahli marketing, namun minimal pernah belajar dan perlu menjadi marketing yang baik. Setuju?

 

Nah, porsi saya di sini sebagai grafolog atau analis tulisan tangan adalah membantu Sobat atau perusahaan untuk mengevaluasi apakah tim marketingnya termasuk di dalamnya tim sales adalah tim yang “high performer” sehingga dapat membangun ‘jiwa’ perusahaan yang tangguh bukan saja untuk meningkatkan sales omzet namun juga market share yang besar dan jangka panjang.

 

Seringkali Tim Marketing sudah memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang baik di bidang marketing dan sales. Pelatihan melalui workshop, seminar dan sejenisnya sering diikuti, bahkan ada yang setiap minggu memberikan kelas inspirasi dan motivasi untuk meningkatkan penjualannya. Namun hasil yang diinginkan belum sesuai target.

 

Di sini perlunya evaluasi untuk mengungkap apakah Tim Marketing memiliki karakteristik “high performer” atau tidak.  Ada dua karakteristik yang ingin saya fokuskan pada pembahasan ini yaitu  keyakinan mampu mencapai target dan penentuan tinggi rendahnya target.

 

Karakteristik pribadi yang memiliki keyakinan mampu mencapai target dilihat dari margin kanan tulisan tangan. Pribadi yang yakin mampu mencapai target menulis dengan margin kanan yang sempit (ukuran kurang dari 1 cm). Sebaliknya pribadi yang tidak yakin atau kuatir tidak mampu mencapai target akan menghasilkan tulisan tangan dengan margin kanan lebar (lebih dari 1cm).

15 margin kanan lebar

Karakteristik pribadi yang menentukan tinggi rendahnya target dilihat dari cara penulis membuat coretan di batang huruf ‘t’ (t-bar atau t-stem). Semakin rendah t-bar (nomor 1 pada gambar) maka dirinya nyaman dengan target yang rendah dan sebaliknya semakin tinggi t-bar (nomor 4 pada gambar) maka penulis ini menentukan target yang tinggi dalam dirinya.

Lace Wedding Dresses

 

Kombinasi pribadi yang memiliki keyakinan dirinya mampu mencapai target dan nyaman dengan menentukan target tinggi adalah karakteristik idaman Tim Marketing yang “high performer“, bukan? Apakah hanya itu saja karakteristik Tim  Marketing yang “high performer“?

 

Tentu saja masih ada banyak karakteristik yang menunjukkan  Tim Marketing yang “high performer” yang dapat diungkapkan buktinya dari tulisan tangan (demonstrable evidence) secara komprehensif. Sobat dapat mengundang saya untuk in-house training dengan durasi 1 hari untuk mapping kekuatan Tim Marketing dan melakukan improvement untuk kelemahan melalui GraphoMarketing Therapy, MAU?

 

Atau ikuti saja Certification of Business Handwriting Analyst JAKARTA 2017. Workshop Percepatan Peningkatan Bisnis & Keuangan ANDA melalui GraphoBusiness dengan lebih cepat dan lebih menyenangkan melalui analisa tulisan tangan, ubah tulisan tangan (GraphoTherapy) & ubah tanda tangan (Signature ReDesign)!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin