The Power of Internal Motivation!

internal motivationMOTIVASI adalah salah satu unsur penting baik bagi dalam kehidupan pribadi (personal life) maupun aktivitas sehari-hari sebagai karyawan, profesional ataupun pengusaha. Motivasi menjadi generator bagi kita baik dalam melakukan kegiatan rutin maupun untuk mencapai tujuan/target. Memiliki motivasi yang tinggi menjadi modal untuk menghasilkan produktivitas dan prestasi kerja yang tinggi, sebaliknya kehilangan motivasi atau demotivasi berdampak pada rendahnya produktivitas.

 

Tidak heran di perusahaan sering mengadakan training untuk meningkatkan motivasi karyawannya agar produktivitas bertambah. Atau bagi tim sales/marketing untuk menggenjot omzet perusahaan. Begitu banyak pembicara atau trainer di bidang pelatihan motivasi ini. Banyak juga yang menambah motivasinya dengan membaca buku-buku motivasi yang jumlahnya juga sejumlah bintang di langit.

 

Banyak yang melupakan bahwa motivasi terpenting itu idealnya berasal dari dalam diri kita masing-masing. Setiap cara untuk meningkatkan motivasi sebaiknya membangun dan merawat generator motivasi sehingga dapat bergerak otomatis mendorong pribadi masing-masing mencapai tujuannya. Banyak pula yang tidak mampu menjadi self-motivator sehingga membutuhkan motivasi dari luar untuk mengisi motivasi bagi mereka. Parahnya banyak yang menjadi tergantung pada external motivator. Orang-orang ini bagaikan zombie yang bergerak namun tidak punya roh motivasi dalam aktivitasnya. Mereka phobia di awal pekan dan menjadikan “I hate Monday” sebagai slogan mingguannya.

 

Dengan menggunakan analisa tulisan tangan (handwriting analysis), saya dapat mengungkap level motivasi seseorang dan mampukah seseorang menjadi self-motivator. Dari tulisan tangan seseorang dapat mengungkap sumber-sumber motivasi yang juga sekaligus dapat menjadi penyebab demotivasi pada penulisnya yaitu:

  • Level motivasi
  • Trauma masa lalu (gagal move on)
  • Keyakinan terhadap masa depan
  • Dorongan berprestasi (drive of achievement)
  • Level pencapaian target
  • Kepuasan terhadap penghasilan
  • Kemampuan mengontrol emosional (EQ)

 

Penasaran bagaimana GraphoBusines mengungkap karakteristik motivasi seseorang? Juga bagaimana GraphoBusiness Therapy membangun internal motivation sehingga menjadi generator produktivitas dan prestasi dalam diri setiap pribadi?

Ikuti Becoming a SUPER SALES ~ JAKARTA 2017 atau Anda dapat mengundang saya dalam acara internal training atau gathering di perusahaan/instansi/organisasi Anda.

 

Saya ingin menutup artikel ini dengan copy paste cerita motivasi dari buku keempat saya, Kaya dengan GraphoSelling :

 

Sebuah perusahaan pakaian dalam perempuan (bra) mengutus salesman-nya ke sebuah pulau yang didiami oleh suku primitif yang terkenal sebagai suku kanibal. Betapa kagetnya dia melihat sebagian besar perempuannya tidak memakai bra. Tanpa berpikir panjang, dia langsung angkat kaki dari pulau tersebut. Kemudian dia melapor kepada bosnya.

 

Salesman 1: “Bos, tidak ada peluang bisnis di sana. Seluruh penduduk tidak ada yang menggunakan bra. Tidak ada gunanya menjual bra di sana karena pasti tidak ada pembelinya.@

 

Bos: “Oh ya? (dengan raut wajah penuh rasa kecewa dan kesal). Jadi, sekarang bagaimana? Apakah ada ide untuk mengatasi masalah ini?”

 

Mendengar kekesalan bosnya, saleman kedua angkat bicara.

 

Salesman 2: “Bos, bagaimana jika Anda memberikan kesempatan kepada saya untuk sekali lagi datang ke pulau tersebut dan melihat keadaan sebenarnya.”

 

Setelah berpikir agak lama, sang bos akhirnya mengizinkan saleman kedua untuk berangkat. Hari demi hari berlalu, dan sang bos tidak mendengar sedikitpun kabar dari salesman tersebut. Dia mulai khawatir, jangan-jangan sang salesman telah disantap oleh suku primitive dalam suatu pesta barbeque. Setelah dua minggu berlalu, sang bos tiba-tiba menerima telepon dari salesman yang dia utus. Dengan nada penuh antusias sang salesman berteriak.

 

Salesman 2: “Bos, Bos market-nya luar biasa, Bos.”

 

Bos: “Bagaimana bisa?” teriak sang bos tak kalah antusiasnya.

 

Salesman 2: “Gila, Bos, di sini seluruh perempuannya tidak ada yang pakai BH… Saya yakin, jika kita jual BH di sini pasti laku keras.”

 

Bos: “Oke, kalua begitu, saya akan langsung kirim dua container ke situ…”

 

Salesman 2: “Namun, masih ada satu lagi permintaan saya, Bos…”

 

Bos: “ No problem, apa saja yang kamu minta akan saya berikan.”

Dengan nada yang tidak kalah semangatnya sang salesman berkata…

 

Salesman 2: “ Saya minta cuti satu minggu lagi, Bos.”

 

Bos: “Kamu mau ngapain di sana?”

 

Salesman 2: “ Saya ingin cuci-cuci mata dulu Bos… hehehe”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin