Razia GEGANA ala grafologi!

geganaCukup prihatin memperhatikan tulisan tangan para klien dari berbagai kalangan dan profesi dengan rentang umur yang masih muda sampai tua. Temuan yang paling terbanyak adalah gangguan mood, lemahnya kontrol emosional dan rentan terhadap stress.… Atau bahasa kekiniannya GEGANA alias GElisah, GAlau, meraNA.

 

Bagaimana grafologi merazia GEGANA atau analisa tulisan tangan mengungkap gangguan mood, lemahnya kontrol emosional dan rentan terhadap stress? Mari kita kupas satu per satu.

 

Gangguan mood pada tulisan tangan terlihat dari baseline (garis dasar) erractic (bergelombang). Baseline atau garis dasar adalah garis khayal/imajiner yang terbentuk ketika Anda menarik garis dari kata paling kiri menuju kata paling kanan. Garis ini menangkap pola gerak tulisan tangan apakah lurus, menanjak, bergelombang dan sebagainya.

 

Anda boleh melihat garis dasar ini mata telanjang, dengan bantuan penggaris atau pensil untuk menarik garis di bawah tulisan tangan dari kiri kanan sehingga terlihat garis dasar yang terbentuk.

32 garis dasar bergelombang

 

Garis dasar bergelombang (erractic baseline) mengungkapkan seseorang yang suasana hatinya yang berubah-ubah (moody). Kondisi perasaan mereka naik dan turun dengan tidak menentu. Sisi positif penulis dengan garis dasar atau baseline ini luwes namun dapat menjadi negatif karena responsif terhadap pengaruh dari orang lain atau lingkungan.

 

Untuk melihat lemahnya kontrol emosional pada tulisan tangan adalah melihat slant atau sering diterjemahkan sebagai ‘kemiringan’. Penggunaan kata ‘kemiringan’ ini, saya rasa kurang tepat. Mengapa? Ada pembahasan tentang tegak atau vertical. Nah, tegak itu tidak miring atau kemiringan, bukan? Saya lebih suka menggunakan kata “arah huruf” dengan maksud ke mana huruf yang ditulis itu mengarah: kanan, tegak atau kiri.

 

47 detail

Arah huruf atau slant ini tidak dipengaruhi oleh tangan mana yang menulis, apakah tangan kanan atau tangan kiri. Kadal atau kidal, hehehe… Bahkan saya pernah menemukan dua sample penulis yang kidal, di mana posisi kertas menulisnya tidak mengarah ke dalam diri penulis tetapi mengarah ke luar diri penulis. Umumnya penulis kadal atau kidal itu menulis dengan posisi kertas yang mengarah ke dalam badan penulis, bukan? Dalam arti penulis yang menulis dan dapat membaca tulisan tangan di hadapannya. Nah, dua penulis ini kertasnya menghadap keluar dan dia menulis dengan tangan kiri di mana orang yang di hadapannya dapat membaca tulisannya sedangkan dia melihat tulisan tangannya terbalik. Bingung ya, hehehe…

 

Kedua kasus klien saya ini, satu ada di Jakarta dan satu lagi di Kendari. Tidak ada perbedaan hasil analisa sesuai dengan materi grafologi dan hasilnya sesuai dengan konfirmasi pada masing-masing penulis dengan akurasi mencapai 100%. Penulis kidal juga tidak serta merta arah hurufnya ke kiri, demikian juga penulis kadal tidak serta merta arah hurufnya ke kanan.

46 arah huruf kombinasi

Kembali pada analisa lemahnya kontrol emosional, ini terlihat pada slant atau arah tulisan kombinasi. Arah huruf kombinasi adalah tulisan tangan di mana di dalamnya terdapat kombinasi semua arah huruf, baik arah huruf ke kanan, ke kiri dan tegak. Bila dalam tulisan tangan ini bahkan memiliki kombinasi arah huruf ke kanan ekstrim dan ke kiri ekstrim, hal ini menunjukkan indikasi kepribadian ganda (multiple personality disorder). Untuk arah huruf kombinasi yang tidak ada arah huruf ke kanan ekstrim dan ke kiri ekstrim menunjukkan penulisnya kesulitan mengontrol emosional. Keanehannya adalah saat emosi-nya baik maka dia akan baik terhadap siapa pun termasuk orang yang tidak dekat sekali pun. Namun di saat emosi-nya jelek maka dia akan marah terhadap siapa pun termasuk orang kesayangannya.

 

Terakhir mengenai tulisan tangan yang berarti rentan terhadap stress, kita kembali pada baseline yaitu descending baseline atau garis dasar menurun (descending baseline).  Garis dasar menurun (descending baseline) mengungkapkan seseorang yang lelah, depresi, kesedihan atau pesimisme. Garis dasar atau baseline ini praktis menunjukkan penurunan semangat dan daya juang. Ada kekecewaan, keputusasaan atau ketidakbahagiaan. Singkatnya penulis sedang dalam kerentanan menghadapi stress.


Sementara obat untuk kondisi tersebut adalah banyak tertawa, Anda juga dapat perbanyak refreshing dan relaksasi atau dengan GraphoTherapy: mengubah tulisan tangan untuk meningkatkan kualitas karakter. Sungguh rugi bila menonton film komedi atau Stand Up Comedy malah cemberut, susah tertawa dan tersinggung dengan isi tontonan tersebut yang justru menghasilkan banyak hormon cortisol yaitu hormon stress sehingga memperparah kondisi psikologis.

 

Banyak tertawa dan rileks menghasilkan hormon endorfin. Banyaknya produksi hormon endorfin berguna untuk ketenangan diri, melancarkan aliran darah, menyehatkan jantung, awet muda, daya tahan stress dan kekebalan tubuh. Sudahkah mengijinkan diri Anda mudah tertawa dan rileks? Bila ingin tahu bagaimana grafologi atau analisa tulisan tangan merazia karakteristik atau kepribadian terutama dalam meningkatkan karir/profesi/bisnis dan keuangan ikuti workshop Certification GraphoBusiness Practitioner di Jakarta 30-31 Juli 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin