Ramalan CEO Microsoft salah!

microsoft CEOAwalan bulan Februari ini, mungkin Sobat pernah membaca berita berikut ini. CEO Microsoft Satya Nadella meramalkan bahwa sepuluh tahun ke depan, tak akan ada lagi orang yang menggunakan pulpen. Itu dikatakannya dalam sebuah wawancara di stasiun televisi di Amerika Serikat. Menurut Nadella, pulpen adalah produk yang sudah berumur terlalu panjang, dan tak lama lagi hanya bisa dilihat di museum.

Bila Sobat belum sempat membaca berita ramalan CEO Microsoft ini, gampang tinggal nanya mbah gugel kan; boleh dengan kata kunci “ceo microsoft pulpen masuk museum“.

Perangkat gadget sudah serba canggih saat ini telah menggantikan banyak peralatan seperti pulpen, jam, kalkulator dan lain sebagainya. Orang-orang lebih banyak mengetik untuk bekerja dan berkomunikasi entah email atau sosmed. Paling saat tanda tangan saja yang masih menggunakan pulpen.

Tak heran bila CEO Microsoft meramalkan kepunahan pulpen. Dari perspektif teknologi hal ini dapat diterima bila pulpen masuk museum. Jangan-jangan, Sobat juga termasuk orang yang sudah lamo tak basuo dengan pulpen.

Namun dari perspektif pengembangan diri, saya menyayangkan kalau ramalan ini menjadi kenyataan. Mengapa? Pulpen, bagi saya atau kalangan Grafolog (Graphologist/Handwriting Analyst) menjadi senjata dalam therapy tulisan tangan atau GraphoTherapy. Saya sendiri mengembangkan GraphoBusiness Therapy: terapi peningkatan keuangan dan karir/bisnis melalui perubahan tulisan tangan. GraphoBusiness Therapy dibahas dalam buku ke-5 saya yang akan terbit April 2015.

Sobat tentu setuju bahwa orang-orang yang ingin sukses memerlukan pengembangan pola pikir (mindset) maupun kekuatan pikiran (mind power). Tentu saja cara pengembangan pola pikir (mindset) maupun kekuatan pikiran (mind power) ini banyak: membaca buku pengembangan diri/motivasi/sukses, mengikuti seminar/workshop, therapy, coaching dan lain-lain. Dari berbagai teknik pengembangan diri yang saya pelajari baik hypnotherapy, NLP, coaching; saya menganggap GraphoBusiness Therapy sangat powerful membantu persoalan klien-klien.

Teknik yang lain seperti hypnotherapy, NLP, coaching juga powerful bahkan saya mengkolaborasikan semua tools tersebut dalam membantu klien-klien saya. Hanya saja ada satu keistimewaan GraphoBusiness Therapy, bila tools yang lain mengakses level pikiran bawah sadar maka GraphoBusiness Therapy mengakses pikiran bawah sadar langsung ke neuro atau syaraf otak. Ini yang berefek pada hasilnya yang efektif dan cepat.

Apakah ramalan CEO Microsoft benar? Saya berharap salah sehingga GraphoBusiness Therapy dapat menggunakan pulpen yang memang efektif menggerakkan psikomotorik neuro atau syarat otak dalam mengubah karakteristik maupun mindset penulisnya. Saat ini teknologi stylus pen belum selancar pulpen dalam mengaktifkan psikomotorik neuro atau syarat otak sehingga tidak dapat menggantikan fungsi pulpen untuk terapi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin