Perlukah tulisan tangan putra putri Anda dianalisa?

Morning Beib 2a

 

Tak terasa hari ini sudah memasuki awal Maret 2016. Memang begitu bila melewati hari-hari dengan menyenangkan sehingga berlalu begitu cepat. Semoga hari-hari Anda juga penuh dengan kegembiraan. Melewati 2 tahun baru yaitu tahun baru 2016 dan tahun baru Imlek 2567, semoga tahun ini Monyet Api yang gesit mengantarkan rejeki dan sukses yang berkelimpahan rahmatNya… amin!

 

Tak terasa juga selama bulan Januari dan Februari 2016 tidak mengisi artikel di sini. Selain banyak kegiatan sehari-hari, lebih banyak update status di sosmed; karena lebih praktis lewat handphone saja. Akhirnya di pagi hari dengan mendung yang menggelayut di langit Jakarta, saya meluangkan waktu di depan laptop mengetikkan artikel untuk Anda.

 

Saya ingin sharing (kembali) untuk Anda mengenai analisa tulisan tangan anak-anak. Bahasan ini adalah tema obrolan di acara  live talkshow Global TV “Morning Beib” dengan host Ananda Omesh dan Olla Ramlan; Rabu 27 Januari 2016. Saya dihubungi Mas Rony dari www.Kencomm-id.com yang menyampaikan “Morning Beib” ingin mengundang talkshow dengan topik “Anak dengan IQ di atas rata-rata”.

 

Saya diminta untuk menganalisa karakter Ralia, putri Mas Rian D’MASIV dari gambar tangannya karena Ralia belum bisa menulis. Saya mendapat informasi usia Ralia 3 atau 4 tahun. Ternyata saat saya ngobrol dengan Mas Rian D’MASIV, memang Ralia baru jalan umur 3 tahun dan belum masuk pre-school atau Taman Kanak Kanak sehingga belum belajar menulis.

 

Dapatkah tulisan tangan anak-anak dianalisa?

Banyak orang tua yang bertanya pada saya, apakah tulisan tangan anak-anak dapat dianalisa? Sejak umur berapapun anak-anak dapat membuat tulisan tangan, sebenarnya tulisan tangannya sudah dapat dianalisa dengan perspektif grafologi. Namun kita perlu menyimak perspektif psikologi perkembangan kognitif oleh Jean Piaget terbagi atas masa:

  • Masa sensorimotor : dari lahir sampai 2 tahun terbagi dalam tahapan:
  1. Sub-tahapan skema refleks, muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubungan terutama dengan refleks.
  2. Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer, dari usia enam minggu sampai empat bulan dan berhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan.
  3. Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder, muncul antara usia empat sampai sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan.
  4. Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder, muncul dari usia sembilan sampai duabelas bulan, saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sebagai sesuatu yang permanen walau kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensi objek).
  5. Sub-tahapan fase reaksi sirkular tersier, muncul dalam usia dua belas sampai delapan belas bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk mencapai tujuan.
  6. Sub-tahapan awal representasi simbolik, berhubungan terutama dengan tahapan awal kreativitas.

 

  • Masa pra operasional : dari umur 2 sampai 7 tahun. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Dalam tahapan ini, anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda. mereka masih menggunakan penalaran intuitif bukan logis. Di permulaan tahapan ini, mereka cenderung egosentris, yaitu, mereka tidak dapat memahami tempatnya di dunia dan bagaimana hal tersebut berhubungan satu sama lain. Mereka kesulitan memahami bagaimana perasaan dari orang di sekitarnya. Tetapi seiring pendewasaan, kemampuan untuk memahami perspektif orang lain semakin baik. Anak memiliki pikiran yang sangat imajinatif di saat ini dan menganggap setiap benda yang tidak hidup pun memiliki perasaan.

 

  • Masa operasional konkrit : dari umur 7 – 11 tahun. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah:

Pengurutan—kemampuan untuk mengurutkan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya. Contohnya, bila diberi benda berbeda ukuran, mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.Klasifikasi—kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan)Decentering—anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. Sebagai contoh, anak tidak akan lagi menganggap bahwa cangkir yang pendek tapi lebar memiliki isi lebih sedikit dibanding cangkir yang tinggi tapi ramping.

Reversibility—anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, jumlah sebelumnya.

Konservasi—memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. Sebagai contoh, bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak, mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda, air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain.

Penghilangan sifat Egosentrisme—kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah).

  • Masa operasional formal : dari umur 11 sampai dewasa. Tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun (saat pubertas) dan terus berlanjut sampai dewasa. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada “gradasi abu-abu” di antaranya. Dilihat dari faktor biologis, tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis, kognitif, penalaran moral, perkembangan psikoseksual, dan perkembangan sosial.

 

Dari konsep teori perkembangan kognitif ini kita tahu bahwa anak-anak masih dalam proses perkembangan kognitif atau kemampuan berpikirnya. Pikiran anak-anak diisi dan belajar berbagai hal dan hubungan dengan menulis tangan, katakanlah ketika sekitar 4 tahun, anak-anak masih dalam masa perkembangan motorik halus dari otak dan tubuhnya untuk menulis. Pada masa ini tulisan tangan yang dihasilkan pun hanya memberikan informasi yang terbatas.

 

Demikian halnya dengan Ralia, yang berusia sekitar 3 tahun dan belum belajar menulis. Bila demikian,

 

juliet sharp gossip girl

Bagaimana orang tua mengetahui kondisi dan potensi anaknya?

Sebagai orang tua, Anda dapat mengetahui kondisi dan potensi anak melalui pengamatan dari aktivitasnya. Untuk ini kita perlu memahami model kecerdasan manusia yang dikembangkan oleh Prof. Howard Gardner, Amerika.

Menurut Howard Gardener dalam setiap diri manusia ada 8 macam kecerdasan, yaitu:
1. KECERDASAN LINGUISTIK
Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan.
Ciri-ciri:
1. Anda senang bermain dengan kata-kata. Anda menikmati puisi. Anda suka mendengarkan cerita.
2. Anda membaca apa saja; buku, majalah, surat kabar dan bahkan label produk.
3. Anda merasa mudah dan percaya diri mengekspresikan diri anda baik secara lisan maupun tulisan. Contohnya, anda pintar dalam berkomunikasi dan pintar dalam menceritakan atau menulis mengenai sesuatu hal.
4. Anda suka membumbui percakapan anda dengan hal-hal menarik yang baru saja anda baca atau dengar.
5. Anda suka mengerjakan teka-teki silang,bermain scrable atau bermain puzzle. Anda dapat mengeja dengan sangat baik.
6.dll
2. KECERDASAN LOGIK MATEMATIK
Kecerdasan logik matematik ialah kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Ia mampu memikirkan dan menyusun solusi (jalan keluar) dengan urutan yang logis (masuk akal).
Ciri-ciri:
1. Anda senang bekerja dengan angka dan dapat melakukan perhitungan mental (mencongak).
2. Anda tertarik dengan kemajuan teknologi dan gemar melakukan percobaan untuk melihat cara kerja sesuatu hal.
3. Anda merasa mudah melakukan perencanaan keuangan. Anda menetapkan target dalam bentuk angka dalam bisnis dan hidup anda.
4. Anda senang menyiapkan jadwal perjalanan secara terperinci. Anda sering menyiapkan, memberi nomor dan menetapkan suatu daftar kerja (to-do-list).
5. Anda senang dengan permainan, puzzle atau sesuatu yang membutuhkan kemampuan berpikir logis dan statistis seperti permainan cheker atau catur.
6. dll
3. KECERDASAN VISUAL DAN SPASIAL
Kecerdasan visual dan spasial adalah kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual dan spasial secara akurat (cermat).
Ciri-ciri:
1. Anda menyukai seni, menikmati lukisan dan patung. Anda memilki citra rasa yang baik akan warna.
2. Anda cenderung menyukai pencatatan secara visual dengan menggunakan kamera atau handycam.
3. Anda bisa menulis dengan cepat saat anda mencatat atau berpikir mengenai sesuatu. Anda dapat menggambar dengan cukup baik.
4. Anda merasa mudah membaca peta atau melakukan navigasi, anda memilki kemampuan mengerti arah yang baik.
5. Anda menikmati permainan seperti puzzle.
6.dll.
4. KECERDASAN MUSIK
Kecerdasan musik adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi dan timbre dari musik yang didengar.
Ciri-ciri:
1. Anda dapat memainkan alat musik.
2. Anda dapat menyanyi sesuai dengan tinggi rendahnya kunci nada.
3. Anda biasanya dapat mengingat sebuah irama hanya dengan mendengarkan beberapa kali saja.
4. Anda sering mendengarkan musik. Anda bahkan kadang kala menghadiri konser musik. Anda suka -bahkan butuh- mendengarkan lagu sambil anda bekerja.
5. Anda mengikuti irama musik dengan baik dan tanpa sadar mengetuk-ngetukkan jari anda mengikuti irama lagu itu.
6. dll.
5. KECERDASAN INTERPERSONAL
Kecerdasan interpersonal ialah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain.
Ciri-ciri:
1. Anda senang bekerja sama dengan orang lain dalam suatu kelompok atau komite.
2. Anda lebih suka belajar kelompok dari pada belajar sendiri.
3. Orang sering kali datang kepada anda untuk meminta nasihat. 4. anda adalah orang penuh simpati.
5. Anda lebih suka team sport seperti basket, soffball, sepak bola dari pada individual seperti renang dan lari.
6. dll.
6. KECERDASAN INTRAPERSONAL
Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri. Dapat memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Mampu memotivasi dirinya sendiri dan melakukan disiplin diri.
Ciri-ciri:
1. Anda memiliki buku harian untuk mencatat pikiran anda yang sangat dalam dan pribadi.
2. Anda serimg menyendiri untuk memikirkan dan memecahkan masalah itu sendiri.
3. Anda menetapkan tujuan anda.
4. Anda adalah seorang pemikir independen (mandiri). Anda tahu pikiran anda dan anda memutuskan sendiri keputusan anda.
5. Anda mempunyai hobi atau kesenangan yang bersifat pribadi yang tidak banyak anda bagikan atau ungkapkan kepada orang lain.
6. dll.
7. KECERDASAN KINESTETIK
Kecerdasan kinestetik ialah kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara terampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran dan perasaan.
Ciri-ciri:
1. Anda gemar berolahraga atau melakukan kegiatan fisik.
2. Anda cakap dalam melakukan sesuatu seorang diri.
3. Anda senang memikirkan persoalan sambil aktif dalam kegiatan fisik seperti berjalan atau lari.
4. Anda tidak keberatan jika diminta untuk menari.
5. Setiap kali anda pergi ke pusat hiburan atau permainan, anda senang dengan permainan yang sangat menantang dan “mengerikan” secara fisik seperti jet coaster.
6. dll.
8. KECERDASAN NATURALIS
Kecerdasan naturalis adalah kemampuan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan dan membuat kategori terhadap apa yang di jumpai di alam maupun lingkungan.
Ciri-ciri:
1. Anda senang memelihara atau menyukai hewan.
2. Anda dapat mengenali dan membedakan nama berbagai jenis pohon, bunga dan tanaman.
3. Anda tertarik dan memilki pengetahuan yang cukup mengenai bagaimana tubuh bekerja -di mana letak organ tubuh yang penting- dan anda mengerti akan kesehatan.
4. Anda tahu jalur atau jalan setapak, sarang burung dan hewan liar lainnya saat anda berjalan di alam dan anda bisa “membaca” cuaca.
5. Anda dapat membayangkan diri anda sebagai seorang petani atau mungkin anda suka memancing.
6. dll.

 

Ini dasar yang gunakan dalam pengamatan terhadap Ralia dari dia hadir di studio berkenalan dengan percaya diri dengan host dan  penonton. Ini adalah ciri kecerdasan intrapersonal dan interpersonal.

 

Saya mengamati Ralia bernyanyi bersama Mas Rian D’MASIV dan Omesh saat mengawali acara talkshow, Ralia mengingat lagu dan menyanyikannya dengan baik. Ini menandakan kecerdasan linguistik dan  musik yang mengagumkan untuk anak seusia Ralia.

 

Saat Ralia menggambar dan bermain dengan Naomi dengan perlengkapan yang ada di meja bahkan mengajak saya bermain dengan ‘menyediakan’ minuman di gelas mainan, di sana saya melihat kecerdasan visual & spasial juga kecerdasan kinestetik.

 

Bagaimana dengan kecerdasan matematika dan naturalis pada diri Ralia? Karena saya tidak mendapatkan pengamatan di aspek ini maka saya tentu tidak mengetahuinya. Mas Rian D’MASIV yang dapat mengetahuinya sebagai orang tua yang mengamati dan mengikuti perkembangan anaknya sehari-hari, demikian juga dengan Anda sebagai orang tua dapat mengetahui apa saja kecerdasan anak Anda yang berkembang dengan baik.

 

Dan sebagai penutup artikel ini, sekaligus menjawab pertanyaan:

Perlukah tulisan tangan putra putri Anda dianalisa?

Bila dalam pengamatan sehari-hari pertumbungan dan perkembangan putra-putri Anda di bawah 6 tahun apalagi yang baru belajar menulis, wajar dan tidak ada gangguan perilaku maka analisa tulisan tangan tidak diperlukan. Demikian juga Anda tidak perlu ikut-ikutan tren mengikutkan anak pada psikotes atau tes IQ. Biarkan anak-anak tumbuh dengan wajar dan alami pada masanya, Anda sebagai orangtua hanya perlu mengikuti dan mendidik dengan baik pada umur ini.

 

Pada umur 6 sampai 9 tahun, saya merasa Anda sebagai orang tua perlu memantau perkembangan emosional, kondisi mood anak dan kepercayaan diri. Pengamatan kasat mata seringkali tidak memberikan informasi yang valid dan analisa tulisan tangan  dapat mengungkap dngan akurat. Dengan demikian bila ada kondisi yang perlu diantisipasi bahkan diatasi dapat dilakukan penanganan sedini mungkin. Mungkin Anda mengikuti berita anak SD yang bunuh diri karena di-bully, diledek atau tidak dibelikan barang mainan keinginannya.

 

Pada umur 9 sampai 11 tahun, informasi dari analisa tulisan tangan yang lebih lengkap dapat Anda peroleh termasuk kejujuran dan kenakalan. Saya yakin Anda setuju sungguh memprihatinkan jika anak-anak berbohong dan nakal di luar pengamatan orang tuanya. Dan ini banyak terjadi dan saya lihat dari tulisan tangan mereka, anak-anak SD telah terbentuk menjadi anak yang tidak jujur. Inginkah Anda hal ini ingin terjadi pada anak-anak Anda? Pada umur ini bila diketahui hal-hal yang merugikan masa depan anak-anak dapat dikoreksi lebih mudah dan efektif dengan umurnya yang masih dini dan berkembang.

 

Umur anak 12 sampai dewasa, pada saat ini pertumbungan anak telah berkembang baik dan lengkap sehingga dapat diungkap informasi yang lebih lengkap. Namun pada umur ini bila dibutuhkan koreksi/terapi maupun improvement sudah membutuh waktu yang lebih panjang, effort yang besar dan biaya banyak. Apakah anak Anda tumbuh cerdas dan mampu sukses di masa depan? Atau ada yang terjerumus dalam kenakalan, minuman beralkohol bahkan narkoba? Dengan alasan ini, Anda perlu memantau perkembangan anak-anak Anda melalui informasi yang diberikan tulisan tangannya.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin