Mungkinkah membangun Corporate Training yang berdampak meningkatkan produktivitas a.k.a performance, penjualan dan keuangan secara signifikan?

investasi trainingBudget training: cost atau investasi?

 

Perusahaan yang sadar akan pengembangan diri karyawannya ingin membangun system training yang efektif. Sebaliknya masih banyak perusahaan yang tidak peduli tentang pelatihan bagi pekerjanya.

Perusahaan seperti ini dengan gagahnya menamakan departemen yang mengurusi karyawannya dengan Human Resource. Namun para  di perusahaan ini menolak prinsip pengembangan diri karyawan yang katanya (baru dianggap lho…) sebagai sumber daya atau resource. Di kepala boss ini berpikir “Para pekerja direkrut untuk bekerja, bukan untuk belajar!” Mereka lebih suka melakukan pengembangan pada resource lain seperti uang, mesin dan asset yang langsung terlihat buah pengembangannya.

Bagaimana dengan perusahaan yang sadar bahwa karyawan adalah resource atau capital yang penting untuk di-develop? Top Management perusahaan seperti ini meyakini kemajuan perusahaan dipengaruhi kemajuan setiap sumber daya manusia di dalamnya. Salah satu jalan adalah membangun Divisi Corporate Training yang ideal baik secara  maupun budget.

Bicara budget, idealnya adalah 1-3% dari total gaji karyawan. Secara nominal, budget training sampai menyentuh angka milyaran sampai puluhan milyaran per tahun. Angka ini menjadi concern para pengambil keputusan di perusahaan. Uang sebesar ini apakah menjadi cost atau investasi?

Melihat perjalanan implementasi training yang ada, banyak yang merasa budget training hanyalah cost yang keluar tanpa adanya kontribusi yang nyata bagi perusahaan. Kok training dilakukan berulang kali bahkan yang bersifat motivasi sering dilaksanakan namun dampaknya mengecewakan. Benarkah?

Namun sebelum membahas mungkinkah Divisi Training menjadikan budget training sebagai investasi, saya ingin kepada para petinggi perusahaan. Di manakah pencatatan budget training oleh Divisi Akunting/Keuangan: pembukuan cost atau investasi?

Saya meyakini 100% semua budget training tercatat dalam kolom cost. Bila asumsi ini benar, bagaimana mungkin Top Management berharap budget training yang dibukukan sebagai cost, berbalik menjadi investasi yang berdampak peningkatan produktivitas a.k.a performance, penjualan dan keuangan secara signifikan?

Para petinggi perusahaan ini yang bertanggung jawab atas tindakan PHP (pemberi harapan palsu) pada diri mereka sendiri hehehe… Mengapa? Sebagai seorang praktisi Neuro Linguistic Programming terbiasa dengan istilah “congruent” atau selaras. Apa yang dilakukan perlu selaras satu sama lain bukan untuk mendapatkan hasil yang ideal. Para trainer Anda secara kompak berteriak pentingnya “Walk the talk!”

Lakukan apa yang dikatakan untuk menunjukkan Anda seorang yang konsisten dan accountable. Bila ingin budget training Anda menjadi investasi yang berdampak peningkatan produktivitas a.k.a performance, penjualan dan keuangan secara signifikan, di manakah harus tercatat? Kolom investasi dong hehehe. Jadi kalau masih dibukukan sebagai cost, Anda tahu apa yang terjadi dengan budget training di perusahaan Anda. Maaf, itu yang pertama #MamahDedehModeON hehehe…

Yang kedua: sudahkah menyusun TNA (training need analysis) dengan benar? Ini tugas Manager Training Anda untuk menyusun kebutuhan pelatihan baik yang bersifat hardskill dan softskill. Manager Training dengan kompeten akan menjelaskan dan menyajikannya kepada Top Management sesuai sytem training yang disusunnya. Mereka juga bertanggung jawab memberikan metode evaluasi atas pra dan post training di perusahaan.

Parameter berikutnya untuk menjadikan budget training Anda menjadi investasi yang berdampak meningkatkan produktivitas a.k.a performance, penjualan dan keuangan adalah tahapan eksekusi training. Apakah sudah training sudah di-delivery training dengan metode yang tepat atau trainer memiliki kompetensi yang baik dalam memberikan pelatihan?

Softskill menurut saya memiliki porsi yang lebih besar, bila menggunakan konsep pikiran bawah sadar dapat mencapai 88%. Training ini perlu mendapat perhatian yang lebih fokus. Dalam memberikan training softskill seperti leadership (bukan leadeshit ya hehehe), komunikasi, kepercayaan diri, motivasi; bagaimana trainer mengetahui kemampuan tersebut telah terserap dan menyatu dalam diri peserta? Setelah memberikan training berbasis subconscious atau mind power, saya menggunakan analisa tulisan tangan untuk langsung melihat baik leadership, komunikasi, kepercayaan diri, motivasi dll. apakah sudah dalam diri peserta atau belum!

Parameter terakhir untuk mendukung budget training Anda menjadi investasi yang berdampak meningkatkan produktivitas a.k.a performance, penjualan dan keuangan adalah system reward/punishment dan lingkungan kerja. Bagaimana pun kedua hal ini menurut survey adalah prioritas tertinggi sebagai pendorong atau motivator bagi karyawan untuk mencapai produktivitas yang optimal.

Kedua hal penting ini baik system reward/punishment dan lingkungan kerja menjadi faktor penentu apakah training yang karyawan ikuti akhirnya menjadi motivasi atau men-demotivasi mereka dalam mengimplementasi pelatihan dari dalam kelas.

Ingin mengundang saya untuk mendelivery training yang powerful dan optimal mengembalikan investasi yang berdampak meningkatkan produktivitas a.k.a performance, penjualan dan keuangan? Kita dapat memulai dengan diskusi kebutuhan dan evaluasi training yang efektif untuk perusahaan Anda! Hubungi BBM577DAA02 atau WhatsApp 087888007832.

Yuk… move on membangun Corporate Training yang mendatangkan benefit signifikan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin