Now You Sell Mie 2

Intelligent investorMie merupakan makanan yang mudah ditemui dengan berbagai variannya. Mulai dari mie basah, mie kering sampai mie instant. Dari mie gerobak, mie warung sampai mie restoran. Mie sudah menjadi makanan pokok bagi sebagian orang. Ada juga yang makan mie bersama nasib, konon ini anak kos hehehe pis ya anak kos…

 

Profesi menjadi penjual mie dapat menghidupi keluarga, bahkan dengan terus bertambahnya omzet penjualannya banyak penjual mie yang awalnya dari gerobak naik peringkat menjadi pemilik warung, pemilik restoran bahkan franchise restoran mie. Apakah menjual mie semudah itu?

 

Mungkin dengan segmen pasar yang luas dan permintaan yang rutin setiap hari menjadi kemudahan awal bagi penjual mie. Tentu saja masih membutuhkan kualitas rasa yang enak, harga yang sesuai dan layanan yang baik kepada pelanggannya. Mengenai layanan yang baik juga mencakup hubungan yang baik dengan pelanggan terdapat banyak penjual yang memiliki kemampuan service excellence yang alamiah. Namun tak jarang juga ada penjual yang entah tidak menyadari pentingnya service excellent agar pelanggannya membeli terus di tempatnya atau memang bawaan orok yang jutek.

 

Karakteristik service excellent ini tentu saja diketahui oleh Anda yang berprofesi sebagai sales atau marketer, apalagi yang sudah mengikuti pelatihan bukan? Namun apakah pengetahuan ini lantas dipraktekkan dan menjadi karakter sehari-hari dalam membina hubungan dengan customer? Banyak yang mempraktekkan dengan baik dan potensi penjualan tinggi menjadi rutinitas dirinya, namun tak jarang juga yang hanya sampai pada batas pengetahuan. Yang ini alamat selalu mengeluh penjualannya jeblok.

 

Lho, apa hubungannya grafologi dengan penjualan? Anda pernah membaca buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham? Benjamin Graham yang hidup antara 1894 – 1976 adalah maha guru para investor saham dunia, juga gurunya Warren E. Buffet. Kira-kira menurut Anda apa hubungannya karakter dengan investasi?

 

Pada awal pembahasan buku ini, alih-alih menggarisbawahi teknik investasi (yang tentu saja penting bagi investor) sebagai hal penting dalam bidang investasi, Benjamin Graham menekankan lebih pentingnya investor pintar yang sabar, disiplin dan antusias untuk belajar. Kepintaran di sini, jelas Graham, “adalah kepribadian berupa karakter, bukan otak.”

 

Bayangkan bidang investasi saja oleh maha gurunya menekankan pentingnya karakter, demikian juga dengan penjualan. Berbagai teknik penjualan, tools penjualan yang hebat dan lain-lain tidak akan berguna bila salesperson atau marketernya sendiri tidak memiliki karakter yang dapat menggerakkan teknik dan tools yang dimiliknya. Penjual ini hanya menjadikan teknik penjualan dan  tools penjualannya di ranah pengetahuan belaka, tepatnya menjadi kolektor teknik dan tools.

 

Dan inilah hubungan grafologi dengan penjualan. Karakteristik top performer sales atau marketer tentu saja bukan hanya satu namun ada beberapa karakteristik seperti:

  • Motivasi tinggi
  • Tidak mudah baper
  • Gampang move on
  • High target
  • High achievement
  • Good planner
  • Kepercayaan diri tinggi
  • Dan lain-lain

 

Tentu saja Anda juga menyetujui karakteristik ini bukan? Dan untuk mengetahui karakteristik ini apakah ada dalam diri seorang salesperson atau marketer, grafologilah yang dapat mengungkap secara lengkap melalui tulisan tangan, bukan pada ranah pengetahuan namun pada karakter alamiahnya.

 

Seperti kata Benjamin Graham, kepribadianlah yang berperan besar (80% pengaruhnya) pada keberhasilan penjualan bukan otak atau teknik (20% dampaknya). Ingin omzet yang besar tanpa karakter yang mendukung?

One Response to Now You Sell Mie 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin