Teori otak kanan atau kiri hanya mitos!

gagalnya-teori-otak-kiri-otak-kananTeori otak kanan atau kiri hanya mitos besar.
Peneliti telah menunjukkan bahwa teori dominan otak kanan-otak kiri hanyalah mitos, namun teori ini tetap populer. Mengapa?
Sayangnya, banyak orang tidak sadar bahwa teori ini sudah basi.
Saat ini, mahasiswa terus mempelajari teori ini sebagai bagian dari sejarah. Teori ini dipelajari untuk memahami bagaimana pengetahuan kita tentang cara kerja otak telah berubah sepanjang waktu. Perubahan ini terjadi karena para peneliti terus mempelajari cara kerja otak.
Teori lama yang sudah beredar adalah apabila sisi otak kiri dominan, maka Anda lebih berpikir logis dan pintar dalam matematika serta bahasa. Berbeda dengan otak kanan yang lebih dominan, Anda biasanya lebih kreatif dan artistik.
Tapi seorang ilmuwan terkemuka dari University of Utah Jeffrey Anderson telah melakukan penelitian lebih dari seribu otak manusia. Ia membandingkan kerja otak dari sisi yang berbeda. Ia juga mengatakan kepada BBC Trending bahwa penelitiannya menegaskan teori otak kiri vs kanan sebenarnya mitos.
“Beberapa orang ada yang lebih metodologis, logis kognitif, dan lain-lainnya tanpa hambatan, gaya spontan. (Tapi), ini tidak ada hubungannya dengan perbedaan setiap tingkat fungsi dari [otak] kiri dan kanan,”kata Anderson kepada BBC seperti dilansir Refinery29, Selasa (1/3/2016).
Anderson bukanlah ilmuwan pertama yang menyebut teori otak kiri logika dan kanan kreatif sebagai teori palsu. Pada tahun 2013, seorang ilmuwan syaraf kognitif bermitra dengan seorang penulis menulis di sebuah artikel di majalah Time menyebutkan pembagian otak kanan, otak kiri tidak benar. Beberapa anggota lain dari komunitas ilmiah juga menunjukkan dikotomi tersebut tidak masuk akal.
Sebenarnya cerita otak kanan kiri bermula dari serangkaian operasi pada tahun 1960, 70-an, dan 80-an oleh dokter Roger W. Sperry, seorang pemenang Nobel neuroscientist di California Institute of Technology, dan neuroscientist kognitif terkenal Michael Gazzaniga.
Kedua pria menemukan kedua bagian dari otak seperti entitas independen, dengan gaya pengolahan yang kontras. Temuan ini diadaptasi untuk buku dan kuis. Namun baru-baru ini, Gazzinga memperingatkan teori otak kanan dan otak kiri yang kita kenal tidak akurat. Dia mengatakan kepada Los Angeles Magazine, “Dinamika sederhana ‘otak kiri melakukan hal ini, otak kanan melakukan itu’ merupakan cara yang berlebihan.”
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Melbourne, Australia, menunjukkan bahwa kemampuan matematika (dan juga berbagai pelajaran lainnya) seseorang akan  mencapai hasil maksimal saat kedua sisi otak bekerja bersama-sama.

 

Saat ini, neuroscientist memahami bahwa otak kiri dan otak kanan berkolaborasi untukmenjalankan beragam tugas. Selain itu, kedua sisi otak ini berkomunikasi melalui corpus callosum.

 

“Tidak peduli betapa terbaginya otak, kedua sisinya  masih bekerja sama,” ungkap Carl Zimmer, “pemahaman psikologi populer tentang otak kiri dan otak kanan tidak menangkap hubungan intim antara keduanya.”

 

Zimmer melanjutkan, “Misalnya saja otak bagian kiri berfungsi menangkap suara dari kata-kata dan mengartikan kalimat, namun otak kiri tidak memonopoli penafsiran bahasa. Otak bagian kanan lebih sensitif terhadap ungkapan emosional dari bahasa, yakni menangkap intonasi dan penekanan dari kalimat yang diucapkan.”

 

Dalam penelitian yang dilakukan ilmuwan Universitas Utah, otak milik lebih dari 1.000 orang dianalisis untuk menentukan apakah mereka menggunakan salah satu sisi otak saja. penelitian tersebut menunjukkan bahwa walau terkadang salah satu bagian kritis otak lebih aktif, baik otak kiri maupun otak kanan sama pentingnya dalam aktivitas tersebut.

 

“Memang benar kalau fungsi otak ada di salah satu sisi otak tertentu. Fungsi bahasa cenderung ada di otak kiri. Perhatian ada di otak kanan. Tapi kita semua tidak mempunyai kecenderungan otak kiri atau otak kanan yang lebih kuat. Yang lebih benar adalah ada koneksi erat antarbagian otak,” ujar pimpinan peneliti Dr. Jeff Anderson.

Ingin tahu kehebatan otak Sobat? Baca saja artikel: “Teknologi Tuhan Dalam Tulisan Tangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin