JOKOWI for President | Cari Presiden Jujur? Ini cirinya:

Pilih N0 2Indonesia Hebat, 9 April 2014  ini menyelenggarakan hajatan besar untuk memilih wakil-wakil rakyatnya. Saya sendiri bersama keluarga mencoblos di TPS 073 Johar Baru, Jakarta Pusat. Karena datang sudah jam 10-an, maka hanya sebentar saja menunggu antrian untuk masuk bilik suara. Seperti Sobat, saya senang dapat menjadi bagian untuk ikut berperan dalam membangun perubahan bagi Indonesia Raya! Sepulang dari pesta oplosan… oooops, coblosan ding hehehe saya memantau Twitter @YosandyLS dan ada 2 twit menarik untuk saya respon melalui artikel ini. Neh dia twit-nya: dari Bro @SatriaJanar: “@YosandyLS tulisan pak Jokowi ini sudah dianalisa belum pak Yosandy pic.twitter.com/MrfUd2qyJ6 ?” dan Bro @unggulism: “Mas @YosandyLS tlg di’terjemahkan’ dong 🙂  RT @PDI_Perjuangan  pic.twitter.com/aabWl8vIBF

Kedua sobat saya ini menanyakan analisa tulisan tangan Jokowi dan ini lampiran twitpicnya: tulisan tangan Jokowi Apa yang menarik dari tulisan tangan Jokowi setelah saya ‘membacanya’ ? Awalnya saya melihat terbersit adanya kegalauan Jokowi untuk menjadi Presiden RI 2014-2019. Namun setelah saya pastikan ternyata bukan kegalauan yang ada di sana.

Entah kualitas pribadi apa yang Sobat inginkan pada Presiden kita yang baru ini. Namun saya ‘terjemahkan’ saja ya apa adanya tulisan tangan Jokowi ini. Jokowi bukan saja tidak galau dalam mengemban amanah dari rakyat untuk menjadikannya sebagai presiden, namun antusias dan motivasi positif dengan dinamika yang manusiawi.

Cukup kuat dalam diri Jokowi ini pribadi yang menginginkan kenyamanan dari orang-orang sekelilingnya maupun lingkungan di mana beliau berada. Hal ini dapat saja terkesan menjadi kelemahan, karena seorang pemimpin sekelas presiden harus dapat menerima siapapun atau lingkungan di manapun berada. Jokowi memang bukan orang yang alamiahnya dapat berlama-lama berada di tempat yang tidak disukainya. Namun ini tidak lantas diartikan bahwa Jokowi tidak adaptable, malahan Jokowi dapat beradaptasi dengan baik dengan berbagai pribadi maupun lingkungan.

Hal lain yang menambah kekuatan Jokowi ini adalah beliau pendengar yang baik. Bagi rakyat yang merindukan pemimpin yang mau mendengar, ini menjawab kerinduan tersebut. Kemauan mendengar ini adalah kemauan yang tulus, bukan kemauan karena adanya kepentingan. Dalam hal ini kepedulian Jokowi akan sesama dan kemanusiaan menjadi karakteristik alami yang menonjol.

Kelebihan lain yang tidak dapat diragukan adalah kecerdasan dengan logika/rasionalitas yang terkontrol. Jokowi mampu menguasai banyak bidang dan senang belajar hal-hal baru sehingga potensi selalu berkembang dengan wawasan yang semakin bijak. Kelebihan inilah yang dapat menjawab dengan kuat bahwa Jokowi bukanlah orang yang suka didikte. Jokowi memiliki prinsip dan pola pikirnya sendiri. Bahwa mendengarkan masukan apalagi arahan Bu Megawati, bukan saja sebagai Ketua Umum PDIP, partai di mana Jokowi bernaung namun juga Bu Mega adalah guru politik dan negarawan bijak bagi Jokowi. Bahkan Jokowi berkenan meminta dan mendengarkan masukan dari siapa pun yang membawa kemajuan dan perubahan bagi bangsa Indonesia ini.

Ada sedikit catatan memang bagi Jokowi yang dapat mempengaruhi perjalanan bukan saja sebagai seorang pemimpin bangsa namun juga dalam perjalanan hidupnya. Jokowi dalam kondisi tertentu pribadi yang sungkanan, ndak enak menolak permintaan orang-orang dekat. Bila orang-orang dekatnya kurang mawas, dapat memanfaatkan kelemahan Jokowi ini. Semoga dengan pertimbangan yang baik, Jokowi dapat memilah-milah hal-hal yang tidak menguntungkan sehingga tetap menghasilkan suatu keputusan yang benar.

Dan ciri tersebut memang terlihat ada dalam diri Jokowi. Jokowi mampu melakukan instrospeksi terhadap diri sendiri bahkan juga keberanian memberikan instrospeksi bagi orang-orang dekatnya. Hal ini tidak akan menganggu hubungan yang ada karena gaya Jokowi yang guyon dalam memberikan instrospeksi atau masukan. Di sisi lain, walaupun Jokowi cukup sensi terhadap perkataan/perilaku orang lain yang dapat menyinggungnya, Jokowi dapat mengontrol dan tidak menampakkan ketersinggungan tersebut.

Dari kacamata grafologi, ciri tulisan tangan Jokowi tidak menunjukkan pribadi yang percaya dirinya tinggi. Namun ini tidak lantas disimpulkan bahwa Jokowi itu rendah diri. Sosok Jokowi yang njawani ini memang lebih mencerminkan pribadi yang rendah hati ketimbang menampilkan pribadi dengan percaya diri tinggi yang dapat mengesankan arogansi.

Mungkin hal paling penting yang dibutuhkan rakyat dan bangsa Indonesia adalah integritas dan kejujuran pemimpin nasional, di tengah maraknya korupsi yang merajalela secara berjamaah. Jujurkah seorang Jokowi? Tulisan tangan Jokowi (pada huruf ‘a’ dan ‘o’ tanpa double loop) menunjukkan pribadi yang jujur dan memiliki integritas tinggi. Karakteristik seperti ini yang diharapkan mampu membawa Indonesia keluar dari cengkraman korupsi.  graphocard

Bila Anda menemukan tulisan tangan dengan huruf ‘a’ atau ‘o’ seperti contoh berikut ini, menunjukkan penulis yang memiliki karakter berbohong. (Gambar diambil dari GraphoCard karya Bart Bagget, grafolog Amerika)

 

 

Masih banyak kekuatan diri Jokowi yang dapat diungkap antara lain: daya ingat yang baik, ketekunan, motivasi berprestasi tinggi, kritis dalam mengambil keputusan dan sense business yang baik. Bagi Sobat yang pengen tahu ciri-ciri mana yang mengungkap karakteristik Jokowi, ayo bergabung di kelas GraphoBusiness terdekat. SeRahmat menyambut Presiden RI 2014-2019!

5 Responses to JOKOWI for President | Cari Presiden Jujur? Ini cirinya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin