Perspektif Grafologi: Apa yang dibutuhkan TEAMWORK supaya solid?

teamwork 3Dalam suatu organisasi, entah berbentuk perusahaan, instansi atau komunitas pun membutuhkan teamwork yang solid. Merujuk pada definisi organisasi secara luas adalah suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dengan demikian dengan berkumpulnya banyak orang dalam suatu kelompok perlu bersepakat untuk bekerja sama secara tim bukan individu-individu yang berkumpul untuk bekerja.

 

Malahan ada yang membuat kepanjangan TEAM sebagai Team Work, Excellence, Achieving dan Moving Forward juga TEAMWORK sebagai singkatan dari Together, Empathy, Assist, Maturity, Willingness, Organization, Respect dan Kindness. Konsep yang bagus bukan? Konsep ini tentu sangat dipahami oleh Anda yang sering mengikuti atau diikutkan oleh perusahaan dalam pelatihan teamwork. Bahkan banyak pelatihan yang melibatkan kegiatan kombinasi di dalam dan luar ruangan, ada yang berbentuk outbound dan lain-lain. Dalam pelatihan tersebut diberikan teori dan permainan untuk menunjukkan pentingnya kerja sama tim dalam organisasi.

 

Namun setelah pelatihan yang begitu excited, semuanya melempem dalam praktek sehari-hari. Semua kembali kepada gaya kerja masing-masing, individu dengan ego masing-masing yang menggerus cita-cita mulia yang digaungkan dalam pelatihan untuk bekerja sama mencapai visi misi organisasi. Tujuan teamwork seperti meningkatkan produktivitas kerja; meningkatkan komitmen pada keputusan dan tujuan bersama; lebih fleksibel dan adaptif dalam dinamika operasional organisasi; dan meningkatkan rasa tanggung jawab bersama kembali mengalami hambatan dalam pencapaiannya. Terdengar familiar bukan kejadian seperti ini atau sedang terjadi pada organisasi tempat Anda bernaung?

 

Dengan kondisi terpecahnya tim atau tidak solid, mungkin muncul pertanyaan “Apakah teamwork itu perlu terdiri orang-orang yang sama?”. Kata ‘sama’ ini merujuk kepada karakter atau kepribadiannya, bukan merujuk kepada visi yang sama karena pembentukan teamwork sudah meletakkan visi atau tujuan yang sama untuk dicapai dalam kelompok.

 

teamwork 1

Ada 2 (dua) jawaban tidak untuk pertanyaan tersebut. Pertama, bahwa teamwork dibentuk justru oleh orang-orang yang berbeda baik dari karakter maupun skill-nya untuk saling mengisi dan melengkapi. Kedua, manusia itu unik dan tidak ada manusia yang memiliki karakter yang sama. Jadi bila ada yang berupaya mencari orang-orang yang sama secara karakteristik sebenarnya mendapatkan kesamaan yang generik saja dan menjadi sia-sia bagi kemajuan tim karena kurangnya aneka kompetensi yang dibutuhkan. Bila ada upaya untuk menjadikan orang-orang dalam tim menjadi sama karakternya akan menimbulkan frustasi dan pecahnya tim.

 

Saya ingin memfokuskan pada 3 (tiga) dimensi dari 9 (Sembilan) dimensi model tim yang efektif menurut Johnson dan Johnson (dalam Smither, Houston dan Mclntire, 1996) yaitu:

 

  • Komunikasi mengenai ide dan perasaan

Komunikasi di antara anggota tim harus melibatkan penyampaian dan penerimaan informasi tentang ide-ide dan perasaan. Dalam tim yang tidak efektif, komunikasi sering satu arah dan memfokuskan secara eksklusif hanya pada ide saja. Dengan mengabaikan atau menekan perasaan, maka tim berisiko kehilangan informasi yang berharga dan dapat melemahkan kohesivitas tim.

 

  • Kohesi tim

Dalam tim yang kohesif, setiap anggota merasa saling menyukai antara satu sama lainnya dan merasa puas dengan keanggotaan tim mereka. Meskipun kohesi tidak mengarah kepada efektifitas namun ia memiliki peranan yang penting dalam mewujudkan tim yang efektif yaitu ketika ia dikombinasikan dengan dimensi lain dari efektifitas tim maka sebuah tim yang memiliki kohesivitas yang tinggi cenderung meningkatkan produktivitas.

 

  • Efektivitas interpersonal

Anggota tim harus mampu untuk berinteraksi dengan anggota tim lainnya secara efektif sehingga membuat efektifitas interpersonal anggota tim menjadi meningkat. Efektifitas interpersonal dapat diukur dengan menggabungkan konsekuensi tindakan anggota kelompok dengan tujuan anggota tim. Kecocokan antara tujuan anggota tim dan konsekuensi dari peningkatan perilaku mereka, maka membuat interpersonal efektifitas anggota tim juga juga menjadi meningkat.

 

teamwork 2Benang merah dari ketiga dimensi ini adalah saling mengenal dan memahami di antara anggota-angota tim. Dalam kacamata grafologi adalah mengenal karakteristik dan kepribadian masing-masing secara lengkap melalui tulisan tangan yang akurat mengungkapnya. Dengan mengenali karakteristik dan kepribadian, masing-masing dapat mengembangkan gaya komunikasi yang tepat dengan sesama anggota tim, bukan memaksakan gaya komunikasi yang egoistik atau memaksakan orang lain memahami dirinya daripada saling memahami.

 

Untuk dapat mengenal diri seseorang yang sesungguhnya dari seseorang adalah menggunakan grafologi yang dapat secara cepat dan akurat mengungkap karakteristik dan kepribadian penulisnya. Dari analisa tulisan tangan dapat diketahui adakah beban masa lalu yang dapat menghambat komunikasi dalam tim, orientasi target yang sejalan dengan target tim atau tidak sejalan, introvert atau ekstrover gaya ekspresi seseorang dan banyak hal lagi sebagai pemetaan pembentukan TEAMWORK yang solid.

 

Selanjutnya, tanggung jawab siapakah untuk saling mengenal dan memahami sesama tim: anggota tim atau team leader? Saya dapat membantu Anda menjawabnya dalam inhouse training dengan materi khusus seperti TEAMWORK with Graphology, Leadership with Graphology atau materi komprehensif seperti Becoming an Excellent Employee, maupun materi-materi lain sesuai solusi yang dibutuhkan di perusahaan/instansi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin