Graphology for Recruitment

Artikel ini adalah rangkuman dari materi yang saya sampaikan dalam KulGram di Forum Bisnis Kelas Dunia. Kulgram ini dilaksanakan pada 23 Mei 2017 jam 20:00 – 21:00 dengan moderator Bu Resti Septiyanti dan Pak Taufik  Hidayatulloh.

 

Tema kulgram ini mengambil judul buku terbaru saya “Graphology for Recruitment: Menemukan kandidat yang tepat untuk posisi yang tepat”

 

SeRahmat menyimak!

 

 

Malam ini, saya tidak akan sharing mengenai sejarah Graphology. Kawan-kawan yang penasaran dapat membacanya di artikel “Graphology: mistik, pseudo-science atau science?” http://www.yosandylipsan.com/scienceofgraphology/

Saya juga tidak akan sharing mengenai kaitan antara Psikologi dengan Grafologi. Bila kawan-kawan ingin mengetahui siapa saja tokoh-tokoh psikologi baik di Sorbonne University maupun Harvard University yang meriset menguji akurasi GraphoTest dapat membaca artikel “Sentuhan Psikologi dalam Grafologi” http://www.yosandylipsan.com/psikologiingrafologi/

 

 

Graphology sebagai alat tes rekrutmen sebenarnya bukan hal yang baru di Indonesia. Sebelum tahun 1990an, perusahaan-perusahaan menggunakan grafotes untuk mengetahui karakteristik softskill kandidatnya. Pada masa itu halamam depan lamaran atau covering letter masih diminta menggunakan tulisan tangan. Pertimbangannya bukan karena computer belum booming karena ada mesin tik untuk membuat surat lamaran.

 

Grafotes mulai ditinggal sejak Indonesia booming dengan tes IQ dan psikotes sekitar tahun 1990an. Perusahaan pun mulai beralih menggunakan psikotes bersamaan dengan jumlah lulusan psikologi yang mampun menggunakan alat tes psikologi yang cukup jumlah dan jam terbangnya.

 

Berjalan belasan tahun sampai awal 2005-an, perusahaan mulai gelisah karena pertimbangan lamanya waktu psikotes, biaya dan akurasi hasil tes. Alat tes lain bermunculan seperti DISC, MBTI dicoba untuk menjawab kecepatan tes dan hasilnya. Ternyata kandidat dapat mempelajari alat tes tersebut dan cara menjawabnya untuk menyusun strategi hasil tes tertentu yang diinginkan (rekayasa hasil).

 

Sejalan dengan berkembangnya kembali grafologi, yang sebenarnya telah hadir di Indonesia sejak 1973an, belakangan ini perusahaan-perusahaan kembali melirik GraphoTest menjadi alat tes untuk seleksi kandidat karyawan.

 

Perusahaan-perusahaan kembali mengirimkan team HR atau Recruitment untuk mempelajari dan menggunakan Graphology for Recruitment.

 

Ini beberapa komentar alumni dari kalangan manajerial Human Resource setelah 6 bulan menggunakan GraphoRecruitment:

 

Dede Yuliawaty, Human Capital Vice President, Dwidaya Tour

“Belajar Graphology saja sudah menarik buat saya untuk mengerti berbagai macam sifat orang, dan ternyata dengan ikut serta di Pelatihan ‘Graphology for Recruitment/Assessment’ membuat saya memiliki satu lagi cara untuk melihat potensi seseorang secara lebih ‘dalam’ dan saat ini saya gunakan masih dengan diperkuat hasil test psikologi yang rutin dilakukan oleh tim recruitment .

Menurut saya ada beberapa hal yang menjadi kelebihan graphology dalam recruitment/assessment adalah ketika kita ingin melihat motivasi/‘ambisi’ , human relation, kesehatan, kepercayaan diri, kejujuran, kecerdasan emosional, perhatian terhadap detail , kemampuan membuat planning dan kemampuan multitasking langsung dan dalam waktu singkat sudah dapat terdeteksi, sehingga hasil analisa dapat lebih tajam lagi merepresentasikan kemampuan candidat yang sedang di assessment. Luar biasa ilmunya… terima kasih pak Yosandy.”

 

Hari Stianugraha, Recruitment Manager, Wall Street English

“Setelah saya mengikuti Certified Graphologist for Recruitment/Assessement, saya menjadi lebih percaya diri mempunyai Ilmu baru yang jarang orang tahu Ilmu ini, dengan ilmu Grapho ini sangat berguna sekali untuk recruitment / proses seleksi, 90% akurat dalam menganalisa tulisan tangan dan tanda tangan dari kandidat / kolega / teman, menganalisa kepribadian, karakter, emosi, tingkat kecerdasan, kesehatan, bahkan dapat mengetahui kondisi keuangannya. hehehe dan masih banyak lagi, semakin digali ilmunya semakin banyak kegunaannya.

Terima kasih Pak Yosandy atas Ilmunya yang bermanfaat terus tularkan Ilmu ini pak, dan sukses terus untuk karir bapak ke depannya.”

 

Luluk Sugianto, Direktur Operasional, PT Top Gasindo Perkasa

“Awalnya saya skeptis ttg grapho, oleh kawan direferensikan kepada Coach Yosandy, dan….ternyata oh ternyata bukan main. Saya merasa ‘ditelanjangi’ oleh coach saat awal saya uji beliau untuk menganalisa diri saya. Dan bertahap mulai belajar menyusun psikogram, sangat membantu dalam recruitment tenaga kerja bahkan dapat membantu positioning kandidat yang tepat “the right man on the right place“. Ingin belajar lebih banyak lagi dari Coach Yos, mudahan tahun ini dapat terealisasi mengundang beliau ke Balikpapan.”

 

Rina Prasetyawaty, CHRP, ACSTH, GM Corporate HR & Strategy, VIN+ Group

“Graphology adalah ilmu yang mempelajari tentang tulisan tangan, awalnya saya agak ragu dengan ilmu ini? Bagaimana mungkin melalui tulisan tangan kita bisa “membaca” karakter diri seseorang. Dan setelah saya mengikuti kelas Graphology for Recruitment/Assessment yang dibawakan langsung oleh masternya, yaitu Bp. Yosandy, dan setelah mempelajari, memaknai, mencerna dan mengaplikasikan kedalam lingkup dunia kerja terutama di dalam merekrut karyawan baru ataupun mencari Talent Pool, wow dasyat… dan powerfull sekali ilmu ini, akurasinya tinggi dan boleh dikatakan benar-benar sesuai dengan karakter yang muncul di keseharian orang yang kita assess tersebut. Thanks Pak Yosandy atas sharing ilmunya yang sangat membantu memudahkan pekerjaan saya, Bravo…”

 

Taqwan Umari, Resourcing Manager, BTPN Syariah

“Training Graphology for Recruitment/Assessment sangat membantu kami dalam proses perekrutan karyawan. Hal ini sangat memudahkan kami dalam mengetahui dan menentukan apakah calon karyawan sesuai atau tidak dengan kebutuhan karyawan kami. Dan secara tidak langsung tingkat turn over karyawan menjadi turun.

Ilmu ini juga saya gunakan dalam perekrutan tenaga security di lingkungan saya tinggal, dan Alhamdulillah kami bisa mendeteksi tingkat kejujuran maupun motivasi mereka untuk bekerja sehingga kami bisa mendapatkan SDM yang berkualitas”

 

Sebelum sharing mengenai cara kerja Graphology For Recruitment, saya ingin membagikan konsep mengenai Competency Based Human Resource terlebih dahulu. Competency Based Human Resource adalah konsep pengelolaan karyawan atau sumber daya manusia berbasis kompetensi.

 

Kompetensi adalah kombinasi antara hardskill/technical skill (terdiri dari keahlian, pengetahuan dan kemampuan) dengan karakter ( terdiri dari kondisi mental/psikologis, karakter dan kepribadian).

 

Seseorang dinilai kompeten bukan hanya memiliki hardskill/technical skill saja tapi juga perlu punya karakteristik yang positif.

 

Bila digambarkan dalam kategori maka terbagi atas:

  1. Kompetensi Unggul/STAR ( hardskill tinggi dengan karakter baik )
  2. Kompetensi Pekerja Keras/HARDWORKER ( hardskill tinggi dengan karakter minus )
  3. Kompetensi Penyemangat/CHEER LEADER ( hardskill rendah dengan karakter baik )
  4. Kompetensi Minus/DEADWOOD (hard ( hardskill rendah dengan karakter minus )

 

Dalam proses rekrutmen, Tim Rekrutmen memberikan GraphoTest untuk mengetahui karakter atau softskill dari para kandidat. Graphotest dipergunakan selain cepat (kandidat hanya menulis yang membutuhkan waktu paling lama 30 menit) dan akurat mengungkap karakter atau softskill.

 

Akurasi GraphoTest menurut riset psikolog Sorbonne dan Harvard ( Alfred Binet, pencipta tes IQ dan Gordon Allport, professor psikologi kepribadian) adalah 85% untuk grafolog pemula dan makin tinggi akurasi sesuai jam terbang grafolog. Sementara alat tes lain akurasi tertingginya adalah 68%.

 

Kandidat akan diminta membuat tulisan tangan dengan panduan:

  • Menulis di kertas A4 kurang lebih 80 gram, polos tanpa garis
  • Panjang tulisan minimal tiga perempat halaman kertas, lebih panjang lebih baik
  • Gunakan pulpen/bolpoint (bukan pensil atau pena tinta) yang biasa Anda pergunakan
  • Isi atau materi tulisan bebas, Anda dapat mengawali dengan menceritakan diri Anda, tujuan hidup, aktivitas saat ini atau impian-impian
  • Tidak perlu menyalin/membuat draft pada kertas lain
  • Jangan meng-copy cerita dari buku atau majalah, tulis dari pikiran Anda sendiri
  • Jangan menulis puisi atau syair lagu
  • Tulislah di atas alas yang keras seperti meja kayu atau kaca
  • Di akhir tulisan berikan tanda tangan dan nama jelas

 

Dari tulisan tangan tersebut akan dianalisa untuk mengetahui karakteristik berupa:

  1. Level kesehatan
  2. Beban masa lalu
  3. Rencana masa depan, keyakinan terhadap target
  4. Kebutuhan sosialisasi yang berdampak pada keaktifan dan luasnya networking
  5. Kemampuan perencanaan
  6. Tingkat motivasi dan kontrol emosional (berpengaruh pada pengambilan keputusan)
  7. Sistematika berpikir
  8. Kemampuan multitasking
  9. Kecerdasan Inteligensi (IQ)
  10. Kecerdasan Emosional (EQ)
  11. Tingkat kepercayaan diri dan citra diri
  12. Daya ingat
  13. Detail dan ketelitian
  14. Keterbukaan terhadap kritik
  15. Dorongan berpretasi
  16. Kejujuran & Integritas

 

Hasil analisa tulisan tangan dikonversi dalam bentuk tabel GraphoGram di samping:

 

Dalam menganalisa tulisan tangan, seorang Grafolog tidak membawa isi cerita yang ditulis. Grafolog menganalisa berdasarkan kriteria-kriteria grafologi.

 

Saya akan membahas kriteria pertama dari 16 kriteria utama grafologi yaitu tekanan tulisan.

 

Tekanan adalah seberapa besar tenaga yang Anda gunakan saat menulis tangan. Apakah Anda menekan dengan kuat atau ringan saat menggerakan pena. Ini salah satu sebabnya untuk analisa awal maupun penggunaan analisa untuk rekrutmen mensyaratkan penggunaan pena dalam tes grafologi.

 

Hal ini memudahkan Anda untuk mengetahui tekanan pada tulisan tangan. Pada pengalaman awal, akan sedikit menyulitkan mencari tau tekanan tulisan tangan bila penulisnya menggunakan tinta cair atau sejenis boxy. Kawan-kawan juga perlu memperhatikan tebal tipisnya kertas yang digunakan, standarnya adalah menggunakan HVS 80 gram.

 

Rabalah bagian belakang kertas tersebut. Untuk tulisan tangan dengan tekanan kuat akan mudah terasa saat Anda meraba kertas tulisan tersebut, sebaliknya tulisan tangan dengan tekanan ringan tidak akan terasa ketika Anda meraba di balik kertas tersebut.

Rabalah masing-masing baris kalimat tersebut, ada perbedaan tekanan pada masing-masing tulisan, bukan? Tekanan tulisan ini menggambarkan besarnya energi dan kesehatan yang digunakan dalam diri penulisnya atau juga untuk mengetahui:

  • Energy dan semangat termasuk gairah seksual
  • Sensualitas dan afeksi
  • Kesehatan mental dan fisik
  • Keseimbangan dan kemampuan adaptasi
  • Tingkat agresivitas
  • Kekuatan dan intensitas selera dan keinginan penulis

 

Tekanan adalah ciri tulisan tangan yang bersifat tidak tetap, dalam pengertian bahwa kita tidak selalu menulis dengan tekanan yang sama. Jumlah tekanan yang Anda gunakan dapat berubah tergantung situasi hati atau emosional saat menulis. Kemungkinan lain juga Anda dapat saja menulis dengan tekanan yang sama sepanjang waktu. Ini terjadi pada mereka yang kondisi emosionalnya terjaga dan stabil.

 

 

A. Tekanan Ringan

Penulis dengan tekanan ringan menggunakan sedikit tenaga saat menulis. Saat Anda meraba di balik kertas tidak akan terasa tekanannya. Penulis kurang memiliki keinginan untuk mencapai tujuan namun memiliki pemikiran yang tajam sehingga mampu menghasilkan ide-ide. Mungkin “alon-alon asal kelakon” menjadi prinsip hidupnya.

Karakteristik tekanan ringan adalah:

  • pribadi yang ramah dan fleksibel
  • perasannya lembut, romantis dan sensitif
  • individu yang santai, pasif dan bahagia
  • mudah beradaptasi dan mampu beradaptasi dengan hal/lingkungan baru
  • memiliki toleransi yang baik
  • kesehatan yang rentan dengan kecenderungan sakit di kepala
  • pemalu
  • kurang mampu menghadapi tekanan
  • kurang mampu menentukan sikap dan inisiatif

 

B. Tekanan Terlalu Ringan

Tulisan terlihat seperti melayang di atas kertas untuk tekanan terlalu ringan. Penulis ini mengungkap sangat lemahnya energi atau tenaga yang digunakan saat menulis. Hal ini dapat dianggap pertanda negatif yaitu kelemahan diri. Penulis ini tidak memiliki keinginan sendiri, memendam ketakutan dan kekurangan vitalitas. Secara umum individu yang patuh, kekurangan tekad, vitalitas atau intensitas.

C. Tekanan Kuat

Saat Anda meraba tulisan dengan tekan kuat akan terasa tekanannya di balik kertas. Tekanan tulisan tangan yang kuat ditulis oleh seseorang yang memiliki semangat dan menggerakan energinya dengan kuat. Ia sedang menunjukkan keteguhan dan kegigihan dalam hidupnya. Dalam dirinya terdapat ketekunan, gairah dan dinamika pribadi yang mengarah agresif.

D. Tekanan Terlalu Kuat

Kesan negatif sulit dihindarkan dari penulis dengan tekanan terlalu kuat. Penulis dengan tekanan ini sulit mengontrol emosionalnya. Tekanan tulisan terlalu kuat menandakan adanya frustasi yang dalam dan kecemasan yang dapat mendorong ke arah kekerasan.
Berhati-hatilah dengan penulis yang menggoreskan penanya sangat kuat apalagi sampai merobek kertasnya (bukan karena kertas yang tipis, ya!). Pada analisa ciri ketidakjujuran (dishonesty traits), tekanan terlalu kuat menjadi indikasi kebohongan.

E. Tekanan Sedang/Medium

Anda masih dapat meraba tekanan sedang di balik kertas namun tidak sekuat seperti tulisan dengan tekanan kuat atau terlalu kuat. Penulis dengan tekanan tulisan tangan yang sedang/medium memiliki kontrol yang baik terhadap emosional dan memiliki keseimbangan yang baik antara energi fisik dan mental. Orang ini memiliki kesehatan dan vitalitas yang baik.

F. Tekanan Tidak Teratur

Ketika Anda meraba tekanan di balik kertas tulisan ini akan terasa kadang ada bagian yang bertekanan kadang ada bagian yang tidak terasa. Tulisan tangan ini dikategorikan tekanan tidak teratur. Tekanannya tidak merata sepanjang tulisan entah pada bagian huruf atau sepanjang kata tekanannya timbul tengelam.
Penulis dengan tekanan ini sedang dalam kecemasan atau gelisah saat menulis. Semakin tinggi tingkat kecemasan penulis ini maka tekanan tulisannya semakin tidak teratur. Ada perubahan tenaga atau energy dalam diri penulis, kadang kuat kadang ringan.

Setelah itu Grafolog akan meneruskan mengisi No. 2 Beban masa lalu dengan menganalisa margin kiri; No. 3 Rencana masa depan dengan menganalisa margin kanan; sampai selesai aspek ke-16. Kejujuran & Integritas.

Setelah selesai analisa semua kriteria dan pengisian GraphoGram akan terlihat seperti:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Standar kelulusan GraphoTes yang saya pergunakan adalah maksimal 3 warna merah kecuali kalau 1 merah saja pada No. 16 maka pada kandidat dinyatakan “Kurang dapat disarankan” (dengan warna MERAH) untuk diterima sebagai karyawan.

 

Kandidat yang dinyatakan diterima dengan kategori “Dapat disarankan” (dengan warna HIJAU) atau “Masih dapat disarankan” (dengan warna KUNING).

 

 

 

 

 

Secara khusus diluar 16 aspek utama tersebut, analisa tulisan tangan dapat secara khusus mengungkap:

  • Bidang yang diminati kandidat apakah teknikal, social atau kombinasi
  • Kecocokan bidang pekerjaan administrative/data, lapangan/operasional atau kombinasi
  • Kebutuhan kemampuan khusus seperti diplomasi, persuasi, negosiasi, leadership, problem solving dll
  • Potensi untuk marketing atau salesperson dengan performance tinggi
  • Ada tidaknya kondisi patologis, gangguan psikologi atau sociopath

 

Demikian sharing mengenai Graphology for Recruitment dari saya. Dalam aktivitas sehari-hari, rekrutmen tidak saja hanya formal untuk kandidat karyawan saja. Kawan-kawan dapat menggunakan tes soft skill ini untuk merekrut pekerja rumah tangga, team marketing/MLM, bahkan untuk merekrut pasangan atau menantu hehehe.

 

Question & Answer

Q : Posisi waktu menulis (tiduran, duduk, berdiri) apakah bs jg jadi standar penilaian tekanan?

A : Posisi tidak mempengaruhi hasil akhir tekanan. Tulisan tangan dipengaruhi oleh 3 aspek: tubuh, kondisi mental dan emosional. Ketiga aspek ini yang berpengaruh terhadap hasil tulisan tangan termasuk tekanan,

 

Q : Apakah bentuk tulisan jg memiliki ciri dan menunjukkan karakter penulis nya? Misal yg bulat2, tajam2, patah2/putus2, tegak atau miring kanan/kiri?

A : Setiap ciri memiliki kriteria dari 16 aspek dalam tabel tersebut. semuanya menunjukkan karakter penulisnya seperti: margin kiri, margin kanan, spasi, kemiringan, bentuk bulat atau kaku, abjad a sampai z dll. Di workshop Graphology, kita akan mempelajari secara lengkap ciri-ciri dalam tulisan termasuk tanda tangan dan cara menganalisanya.

 

 

Q : Posisi buku/kertas itu berpengaruh jg thdp karakter? Misal krn kebiasaan saya biasa memiringkan posisi buku/kertas utk menghasilkan tulisan yg lurus?

A : Posisi menulis bebas senyamannya. Posisi tidak menjadi pertimbangan menulis termasuk menulis menggunakan tangan kiri, kaki atau mulut sekalipun. Berikut ini tulisan kaki Bu Patricia Saerang, handicap tidak punya tangan. Beliau adalah pelukis luar biasa dengan mulut dan kaki.

 

Q : Berdasarkan yang saya baca diatas, bahwasanya dalam graphology tidak diperkenankan mengcopy cerita, nah pertanyaannya adalah apakah isi tulisan yang ditulis seseorang (cerpen, puisi karangannya or etc) juga dijadikan dasar sebagai interpretasi sifat dan sikap yang dimilikinya? Terima kasih bapak ???

A : Tujuan tulisan tangan tidak mengcopy cerita adalah analisa tulisan tangan ingin mendapatkan aktivitas dari otak atau pikiran penulisnya. Tulisan yang menyalin akan mengalami aktivitas yang minimal. Graphology tidak menganalisa isi cerita tetapi aspek grafologi seperti: margin, ukuran, spasi, kemiringan, dll

 

Q : Bisakah menganalisis tulisan tangan tanpa menyentuh kertasnya. Semisal secara online dan hanya melalui foto yang dikirimkan saja. Seberapa akurat hasilnya dibandingkan dengan membaca langsung dan meraba kertasnya?

A : Untuk grafolog pemula melakukan praktek dengan sample tulisan tangan langsung. untuk grafolog dengan jam terbang tinggi dapat menganalisa secara online, idealnya hasil scan yang dikirim via email kecuali hasil fotonya presisi. Saya sendiri menangani 80%  klien bisnis tanpa tatap muka. Bila pernah nonton serial CSI atau CatWoman, grafolog sekarang menggunakan komputer untuk menganalisa hasil scan. Saya juga sering memberikan analisa online via facebook, twitter atau Telegram saya di @increaseYourMONEY . Ini komentar tentang akurasi analisa online:

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin