GraphoBusiness: Graphology for Business

Artikel ini adalah materi kuliah via Telgram a.k.a kulgram yang saya berikan untuk Forum Sharing Branding dari Rumah UKM. Kulgram tersebut disampaikan pada hari Selasa,  21 Maret 2017 jam 20:00 – 22:00 WIB dan dituliskan kembali untuk Sobat yang belum mengikutinya.

 

Judul kulgram ini aslinya adalah “Graphology untuk UKM ~ cara meningkatkan kompetensi UKM dengan menerapkan GraphoBusiness” dengan moderator Mbak Suci Wijayanti dan  Mas Hanif Zain dari Rumah UKM.

 

SeRahmat menyimak dan semoga bermanfaat!

Malam ini saya ingin sharing tentang “Graphology untuk UKM” .Membicarakan tulisan tangan sebagai kebiasaan di era teknologi atau gadget canggih, mungkin banyak yang merasa aneh. “Hari gini kok masih menulis tangan” begitu komentar yang sering muncul. Era sekarang ini adalah era di mana lebih banyak orang tidak masalah ketinggalan dompet daripada tertinggal HP atau gadgetnya.
Penggunaan HP atau gadget komunikasi menjadi kebutuhan pokok saat ini. Padahal dengan frekwensi penggunaan yang tinggi dari HP/gadget bahkan ketergantungan menimbulkan kerugian bagi penggunanya. Antara lain dampak negatif atau kerugian yang timbul adalah:

 

  1.  Terganggunya memori jangka panjang pada otak
  2.  Gangguan mood dan emosional
  3.  Berkurangnya kualitas hubungan personal baik dalam keluarga maupun sosial

 

Saya lanjutkan dengan sejarah Graphology dulu ya… Analisa tulisan tangan dalam sejarah telah berumur sangat tua. Analisa tulisan tangan terkait dengan kepribadian penulisnya telah melalui perjalanan yang panjang dan tua. Dari jaman Yunani, filsuf terkenal Socrates telah menyatakan adanya hubungan antara tulisan tangan dan watak penulisnya.

 

Filsuf Yunani selanjutnya pada 300 SM, Aristoteles telah menyampaikan pandangannya mengenai hubungan antara tulisan tangan, kata-kata, dan kepribadian. Ia mengatakan “Kata-kata yang diucapkan adalah simbol dari pengalaman mental, sedangkan kata-kata yang ditulis adalah simbol-simbol dari kata-kata yang diucapkan. Sama seperti semua orang yang tidak memiliki suara yang sama, semua orang juga tidak memiliki tulisan tangan yang sama pula.” Pada abad ke-2 M, C. Suetonius Tranquillus sudah mencatat keunikan dari tulisan tangan Caesar.

 

Pengenalan analisa tulisan tangan secara ilmiah dan riset yang sistematis bermula dari karya Camillo Baldi tahun 1622 berjudul The Means of Knowing the Habits and Qualities of a Writer from His Letters.  Camillo Baldi adalah doktor Italia di bidang kedokteran dan filsafat serta professor filsafat juga dekan di Universitas Bologna. Buku itu berisi penjelasan mengenai kecenderungan individualistik yang diperlihatkan oleh setiap penulis.

 

Tokoh awal grafologi, Jean Crepieux-Jamin juga figure terkenal dalam kongres-kongres internasional di Eropa mempengaruhi tokoh-tokoh psikologi seperti Pierre Janet, Alfred Binet penyusun Tes IQ Stanford Binet, Jean Piaget psikolog anak terkemuka. Tokoh-tokoh psikologi ini melakukan riset terhadap grafologi dan kepribadian di Universitas Sorbonne, Paris. Dr. Pierre Janet, Henry Bergson, Charles Henry, Carl Jung & Rudolph Pophal mempelajari fisiologis-motorik pada tulisan tangan. Dr. Pierre Janet, pionir psikolog & filsuf Perancis mempublikasikan hasil riset grafologinya thn 1889 & 1892.

Sobat dari latar pendidikan psikologi pasti familiar dengan nama Gordon Allport, tokoh psikologi kepribadian. Gordon Allport mempelajari grafologi di Jerman sebelum menjadi profesor di Universitas Harvard, Amerika.  Di Universitas Harvard, Gordon Allport termasuk periset grafologi selama 10 tahun pada tahun 1920-1930. Bersama Philip Vernon, Gordon Allport meneliti pekerjaan laboratorium dengan banyak subjek. Gordon Allport dan Vernon menamakan “handwriting” sebagai “BRAIN-writing” atau tulisan otak. Dari riset tersebut, Universitas Harvard pada tahun 1930 mengumumkan analisa tulisan tangan adalah akurat dalam mengungkapkan kepribadian penulisnya.

 

Wladimir Eliasberg, MD seorang psikiater Jerman tiba di New York pada awal 1940. Dia mempublikasikan sejumlah artikel grafologi dalam jurnal ilmiah kedokteran termasuk artikel “Methods in Graphologic Diagnostics” di  The Psychiatric Quaterly (1944). Bersama Herry O. Teltscher, seorang grafolog juga psikolog Wina, Wladimir Eliasberg, MD menjalankan riset tentang neuropsychiatry dan grafologi untuk mempelajari gejala awal penyakit, khususnya Parkinson. Bahkan Alfred Binet, pencipta Tes IQ yang booming di Indonesia tahun 80an, saja belajar analisis tulisan tangan dan memutuskan untuk menjadi seorang grafologis profesional.

 

Terus apa hubungannya Graphology dengan UKM?  Saya ingin membagikan konsep mengenai Kompetensi Bisnis terlebih dahulu.  Kompetensi adalah kombinasi antara hardskill/technical skill (terdiri dari keahlian, pengetahuan dan kemampuan) dengan karakter ( terdiri dari kondisi mental/psikologis, karakter dan kepribadian). Seseorang dinilai kompeten bukan hanya memiliki hardskill/technical skill saja tapi juga perlu punya karakteristik yang positif.

 

 

Bila dibuatkan kategori maka terbagi atas:

  • Kompetensi Unggul/STAR ( hardskill tinggi dengan karakter baik )
  • Kompetensi Pekerja Keras/HARDWORKER ( hardskill tinggi dengan karakter minus )
  • Kompetensi Penyemangat/CHEER LEADER ( hardskill rendah dengan karakter baik )
  • Kompetensi Minus/DEADWOOD (hard  ( hardskill rendah dengan karakter minus )

 

Demikian halnya para pemilik bisnis/UKM, tidak hanya membutuhkan hardskill/technical skill untuk menjalankan dan memajukan bisnisnya, bukan? Para pemilik bisnis/UKM juga membutuhkan karakter baik atau softskill untuk menjadi pemilik yang memiliki kompetensi bisnis/UKM.

 

Lalu apa hubungannya Graphology dengan para pemilik bisnis/UKM ? Nah, alat atau tools yang dapat mengungkap karakteristik secara mudah,  cepat dan akurat adalah Graphology. Akurasi GraphoTest menurut riset psikolog Sorbonne dan Harvard ( Alfred Binet dan Gordon Allport) adalah 85% untuk grafolog pemula dan makin tinggi akurasi sesuai jam terbang grafolog. Sementara alat tes lain akurasi tertingginya adalah 68%. Ini juga sejalan saat menguji Graphology baik semasa menjadi praktisi di korporasi maupun menjadi profesional coach dalam membantu klien-klien bisnis.

 

Berikut ini karakteristik umum yang dapat diungkap melalui analisa tulisan tangan:

  1. Level kesehatan (tentu saja pemilik bisnis perlu kesehatan yang baik agar dapat menjalankan usahanya)
  2. Beban masa lalu (trauma psikologis maupun pengalaman buruk dalam berbisnis misalnya ditipu partner, keuangan dibobol karyawan dll. akan menghambat langkah seorang pebisnis)
  3. Rencana masa depan, keyakinan terhadap target bisnis
  4. Kebutuhan sosialisasi yang berdampak pada keaktifan dan luasnya networking
  5. Kemampuan perencanaan
  6. Tingkat motivasi dan kontrol emosional (berpengaruh pada pengambilan keputusan)
  7. Sistematika berpikir
  8. Kemampuan multitasking
  9. Kecerdasan Inteligensi (IQ)
  10. Kecerdasan Emosional (EQ)
  11. Tingkat kepercayaan diri dan citra diri
  12. Daya ingat
  13. Detail dan ketelitian
  14. Keterbukaan terhadap kritik
  15. Dorongan berpretasi
  16. Kejujuran & Integritas

 

Hasil analisa tulisan tangan dikonversi dalam bentuk tabel GraphoGram seperti berikut:


Secara khusus masih ada ratusan ciri tergantung pada keunikan masing-masing yang muncul pada tulisan tangan. Antara lain secara khusus dapat mengungkap:

  • Mindset anti sukses
  • Agresivitas bisnis yang merugikan target jangka panjang
  • Kekuatiran terhadap target tinggi
  • Kondisi psikologis maupun patologis
  • Tingginya kecemasan psikologis yang menghambat aktivitas bisnis
  • Kurangnya kepekaan bisnis dan keuangan
  • lemahnya kontrol pengeluaran uang bahkan sampai tingkat kebocoran yang tidak disadari
  • mental yang lemah dalam menghadapi tekanan dan hambatan
  •  dll.

Banyak orang  ketika menyerahkan tulisan tangannya untuk dianalisa mengatakan: “Maaf kalau tulisan saya  gak terbaca.” atau “Dah jarang nulis neh tulisan jadi jelek.” Mungkin pernyataan itu ada yang menghubungkan dengan hasil analisa karakter dan kepribadian penulisnya.

 

Padahal seorang grafolog (graphologist) atau analis tulisan tangan (handwriting analyst) tidak membaca isi tulisan tangan untuk memberikan analisa karakter dan kepribadian. Lagipula tulisan jelek tidak otomatis berarti karakter dan kepribadian penulisnya jadi jelek atau sebaliknya tulisan bagus otomatis berarti karakter dan kepribadian penulisnya juga bagus.

 

Ini contoh yang sering saya berikan dengan tanpa bermaksud melecehkan suatu profesi. Tulisan tangan dokter sering dicontohkan sebagai tulisan tangan jelek, tulisan tangan sekretaris digolongkan sebagai tulisan tangan bagus. Terlepas bahwa tulisan tangan dokter (sekarang) banyak yang bagus dan ada juga tulisan sekretaris yang jelek. Dalam analogi ini, tulisan tangan dokter yang jelek tidak lantas berarti karakter dan kepribadiannya jelek, bukan? Demikian juga tulisan tangan sekretaris yang bagus tidak otomatis juga karakter dan kepribadiannya bagus, bukan?

 

Tulisan tangan yang jelek atau bagus menurut kalangan non grafolog dengan grafolog itu berbeda. Kalangan non grafolog mengatakan tulisan tangan jelek atau bagus dari kerapian dan terbaca tidaknya, sedangkan grafolog melihat jelek atau bagusnya tulisan tangan dari ciri-ciri (traits) tulisan tangan yang memberikan analisa yang jelek (merugikan) atau bagus (menguntungkan) penulisnya.

 

Ciri-ciri (traits) tulisan tangan yang memberikan analisa yang jelek (merugikan) misalnya rendah diri, frustasi, minim target dan lain-lain, sementara ciri bagus (menguntungkan misalnya percaya diri, motivasi tinggi, perencana yang baik dan lain sebagainya.
Jadi apa saja yang dilihat seorang grafolog dalam menganalisa tulisan tangan? Dalam grafologi menganalisa tulisan tangan itu mengamati ciri-ciri (traits) seperti: tekanan, margin kiri/kanan/atas/bawah, spasi,  baseline (garis dasar), ketersambungan, kecepatan, slant (arah tulisan), ukuran, 3 zona, awalan, akhiran, huruf-huruf dan tanda tangan.

 

Kawan-kawan tentu mendapat pelajaran menulis tangan yang sama dengan teman-teman sekelas pada waktu TK atau SD, bukan? Guru kita pasti tidak membeda-bedakan dalam memberikan pelajaran menulis. Pernahkah kawan=kawan bertanya-tanya “Mengapa dengan pelajaran menulis tangan oleh guru yang sama dan cara yang sama menghasilkan tulisan tangan yang berbeda-beda?”

 

Untuk menghasilkan tulisan tangan (kaki atau mulut sekalipun) membutuhkan 3 aspek: tubuh, kecerdasan dan emosional. Kondisi tubuh, kecerdasan dan emosional setiap orang berbeda-beda sehingga dalam membuat tulisan tangan akan menghasilkan tulisan tangan yang berbeda-beda.  Bahkan dari waktu ke waktu kondisi tubuh, kecerdasan dan emosional berubah-ubah.

 

Itu sebabnya bila ada pertanyaan: “Kok tulisan saya berubah-ubah ya?” adalah hal yang wajar. Begitu ada perubahan dalam tubuh (kurang sehat, lelah dll.), kecerdasan (lupa, daya ingat menurun dll.) dan emosional (sedih, galau, marah dll.) maka akan berdampak pada tulisan tangan yang berubah juga. Grafologi memberikan gambaran kondisi penulisnya secara update pada waktu tulisan tangan ditulis. Bila tulisan tangan itu adalah catatan atau diary masa sekolah maka grafologi mengungkap karakteristik pada masa itu.

 

Trus, bila banyak ciri yang merugikan apa yang dapat diperbuat dengan tulisan tangan? Nah… ini banyak case di lapangan ya. Ciri-ciri yang merugikan dalam tulisan tangan dapat dilakukan perbaikan dengan mengubah tulisan tangan. Perubahan karakter atau kepribadian yang merugikan melalui perubahan tulisan tangan dinamakan graphotherapy.

 

Ini salah satu kelebih Graphology. Apakah ciri2 yg buruk dalam kaca mata Graphology itu perlu ditangani? Selain menjadi dapat mengungkap kondisi seseorang, juga dapat melakukan koreksi dengan perubahan tulisan tangan. Saya rasa semua Sobat juga setuju bila ada ciri-ciri buruk perlu dikoreksi apalagi mempengaruhi bisnis dan keuangan seseorang. Seperti yang disebutkan di atas, misalnya:

  • Mindset anti sukses
  • Agresivitas bisnis yang merugikan target jangka panjang
  • Kekuatiran terhadap target tinggi
  • Kondisi psikologis maupun patologis
  • Tingginya kecemasan psikologis yang menghambat aktivitas bisnis
  • Kurangnya kepekaan bisnis dan keuangan
  • lemahnya kontrol pengeluaran uang bahkan sampai tingkat kebocoran yang tidak disadari
  • mental yang lemah dalam menghadapi tekanan dan hambatan
  •  dll.

 

Konsep bahwa kepribadian dan karakteristik individu dapat diubah melalui perubahan tulisan tangan telah diujicobakan secara klinis antara tahun 1929 – 1931 oleh psikolog Perancis bernama Profesor Charles Henry. Hasilnya menunjukkan korelasi positif antara perubahan tulisan tangan dengan perubahan karakter.

 

Dr. Piere Janet dan Profesor Charles Henry, di Sorbanne – Paris melalui penelitian Graphic Psychotherapy yang sangat sukses pada tahun 1929. Pada tahun yang sama, Paul de Ste, penulis Graphotherapeutics yakin bahwa banyak karakter dalam kepribadian seseorang yang dapat diperkuat atau diperlemah melalui tulisan tangan. Setelah kepindahannya ke Amerika, Paul de Ste mengabdikan diri menjadi graphotherapist baik untuk private dan psikologi klinis.
Pada tahun 1931, Dr. Pierre Menard, seorang dosen dan penulis buku psikologi dan kesehatan melakukan penelitian mengenai hubungan antara tulisan tangan dengan kepribadian. Dr. Pierre Menard berhasil dengan sangat baik mengubah perilaku anak-anak dengan mengubah tulisan tangannya.

 

Seorang graphologist bernama Paul de Sainte Columbe berdasarkan  hasil penelitian selama 25 tahun mempublikasikan buku Grapho-Therapeutic pada tahun 1966 dan menuliskan kesuksesannya dengan melakukan perubahan tulisan tangan untuk mengubah kepribadian. Paul de Sainte Columbe adalah murid Dr. Pierre Janet, pionir psikolog & filsuf Perancis publikasikan hasil riset grafologinya thn 1889 dan 1892.

 

Dr. Camille Strelezki dari Perancis pada tahun 1950 membuktikan bahwa graphotherapy dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah pada kliennya, seperti perasaan tidak aman, kegelisahan, ketakutan, kurang konsentrasi, anorexia. Di Jerman, graphotherapy telah digunakan dengan sukses dalam clinical setting untuk pasien yang mengalami masalah anorexia, learning disability, neurotic children, bed wetting dan masalah lainnya.
Konsep Kompetensi menyatakan lebih jauh, bahwa kekuatan hardskill/technical skill adalah 20% berbanding dengan kekuatan karakter/softskill yang mencapai 80%. Kawan-kawan dapat membayangkan bagaimana pencapaian bisnis bila hanya fokus pada hardskill yang setinggi apapun hanya berdampak 20% saja apabila tidak dibarengi dengan evaluasi dan peningkatan kemampuan karakternya. Dari pengalaman saya menangani klien-klien bisnis, banyak yang mengalami persoalan bisnis bahkan berdampak ekstrim banyak yang terutama disebabkan karena hambatan karakter/psikologis . Tentu saja, saya tidak ingin Kawan-kawan pemilik bisnis/UKM mengalami kendala karena kurangnya perhatian pada aspek karakter.

 

Pada gambar di samping, abaikan buku yang warna merah. Perhatikan judul buku The Intelligent Investor ~ Ajaran-Ajaran Inti dalam Berinvestasi. Buku tersebut ditulis Benjamin Graham, adalah gurunya Warren Buffet.

 

Mengamati judulnya saja, saya atau juga sebagian kawan-kawan di sini akan berasumsi buku ini membahas tentang teknis dalam berinvestasi. Betul, buku ini utamanya adalah membahas tentang teknis dalam berinvestasi. Namun yang menarik ternyata Benjamin Graham di awal bukunya, justru menekankan  pentingnya “kepintaran berupa karakter” agar dapat menggunakan ilmu investasi secara optimal. Dapat kawan-kawan bayangkan, seorang guru Warren Buffet saja menekankan pentingnya karakter dalam berinvestasi, apakah Sobat akan mengabaikan pentingnya karakter dalam kompetensi bisnis?

 

Bila selama ini banyak pemilik usaha hanya berpikir dari hardskill atau technical skill mengenai business, dapat mulai mempertimbangkan perlu melengkapi kompetensi bisnis dari aspek karakter. Selanjutnya menjadi langkah yang perlu Kawan-kawan lakukan adalah melakukan evaluasi atau pemetaan (mapping) karakteristik apa saja yang ada dalam diri masing-masing.

 

Karakteristik apa saja yang menjadi kekuatan yang perlu dioptimalkan dan karakteristik apa saja yang menjadi kelemahan/merugikan perlu diperbaiki(diimprove) atau bahkan dihilangkan. Evaluasi ini dapat dilakukan secara tepat dan akurat melalui Graphology sedangkan koreksi/improvement terhadap karakteristik yang merugikan dapat dilakukan melalui GraphoTherapy . Dalam menganalisa tulisan tangan, analisa tanda tangan juga menjadi dari kelengkapan analisa untuk mengetahui karakter secara lengkap.

 

Sobat, semoga materi ini menjadi informasi evaluasi yang telah dilakukan dalam menjalankan bisnis masing-masing. Apakah selama ini sudah didukung dengan technical skill bisnis yang baik dalam menjalankan bisnis? Apakah softskill atau karakter yang memiliki dampak 80% selama ini diabaikan atau sudah dievaluasi untuk mendukung bisnis dari segi mental dan psikologis? Keputusan ada di tangan Sobat untuk menjadi pemilik bisnis yang excellent atau STAR COMPETENCY. SeRahmat berbisnis dan seRahmat beristirahat ?

 

 

Sesi tanya jawab:

 

Tanya : “Apakah beban masa lalu itu berpengaruh besar terhadap bisnis kita coach?”

Jawab:

Mengenai masa lalu dapat diketahui apa beban masa lalu itu beban yang ekstrim, level sedang atau ringan. Juga dapat diketahui apakah justru seseorang itu hanya memendam masa lalunya atau justru mengatasi masa lalunya kemudian gagal atau berhasil. Kondisi-kondisi tersebut tentu berpengaruh apalagi peristiwanya terkait langsung dengan pelaku bisnis misalnya ditipu mitra, karyawan melarikan uang perusahaan, pernah dituntut secara hukum dan lain sebagainya.

 

Tanya: “Selamat malam coach Yosandy..Bagaimana cara/teknis untuk menganalisa tulisan kita sendiri.. apakah dengan membuat suatu kalimat atau hanya kata atau bahkan suatu paragraf dg tulis tangan lalu kita analisa?”

Jawab:

Untuk mengetahui secara lengkap karakteristik seperti GraphoGram tadi yang terdiri dari 16 aspek utama ada panduan untuk menulisnya. antara lain : menulis di kertas A4 polos, tidak menyalin dan minimal tulisan tangan sebanyak setengah halaman kertas. Intinya semakin banyak aspek yang ingin diungkap perlu tulisan yang minimal setengah halaman A4. Namun bila yang ingin diketahui hanya sedikit misalnya potensi bisnis dan motivasi hanya dengan satu dua baris tulisan pun sudah dapat diungkap. 

 

Tanya: “kadang ada yg sejak kecil suka niru-niru tulisan orang lain, bahkan berlanjut sampai dewasa, apakah tulisan seperti itu bisa dilacak kepribadian aslinya?”

Jawab:

Kebiasaan meniru tulisan tangan akan mengubah karakter aslinya apabila dilakukan dalam jangka panjang minimal melewati 30 hari. maka kepribadian yang lama akan berganti dengan kepribadian baru entah itu menguntungkan atau merugikan. Itu yang menjadi prinsip GraphoTherapy, cuma bedanya GraphoTherapy hanya melakukan koreksi pada karakteristik yang merugikan dan menggantinya dengan yang menguntungkan.

Akibat ketidaktahuan, meniru tulisan orang lain terutama yang analisanya merugikan akan menimpulkan kerugian bagi penirunya. Namun bila meniru hanya sewaktu-waktu saja atau tidak berlangsung lama maka kepribadian lamanya tidak akan berubah. kepribadian aslinya masih dapat dilacak apabila masih punya tulisan sebelumnya

 

Tanya: “jika kepribadian baru sudah terbentuk bertahun-tahun, apa bisa dirubah ya Coach?”

Jawab:

Sangat bisa ? Secara susunan neuron atau synaps (sambungan antar neuron) pada otak manusia dapat diubah dengan terlebih dahulu menganalisa kepribadian awalnya. ini sudah dilakukan riset dampak metode penulisan tau goresan tertentu yang berdampak pada perubahan neuron otak tertentu yang bereaksi dalam bentuk kepribadian tertentu.

 

Tanya: “apa tanda tangan juga termasuk dalam ilmu graphologi?”

Jawab:

Betul tanda tangan adalah termasuk dalam ilmu graphologi, bahkan dalam analisanya tanda tangan harus bersama dengan tulisan tangan. Cuma bedanya analisa tanda tangan mengungkap kepribadian yang ditampilkan di depan umum yang dapat berbeda atau sama dengan kepribadian aslinya sedangkan analisa tulisan tangan adalah kepribadian alamiah penulis. Dalam praktek tanda tangan banyak mengungkap kebocoran keuangan, desktruktif diri, leadership dan lain-lain.

 

Tanya: “Ada beberapa orang yang menulis tangan digabung dengan gambar sederhana, apakah gambar juga bisa menjadi salah satu penentu kepribadiannya? Bagaimana pengaruhnya?”

Jawab:

Gambar yang berada dalam tulisan tangan juga memiliki arti, dapat menjadi kepribadian atau gambaran psikologis saat itu saja. Artinya sendiri tergantung dari gambar yang disertakan dan ciri-ciri pada tulisan tangannya. Untuk melihat pengaruhnya harus melihat sampel yang real karena baik tulisan tangan maupun gambar sangat unik mengungkap psikologis orang tersebut.

2 Responses to GraphoBusiness: Graphology for Business

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin