Teknologi Tuhan Dalam Tulisan Tangan

“Udah jarang nulis Bro…”

“Komunikasi sekarang via email sama sosmed, Bro!”

“Emang ada yang masih nulis diary ya? Apa-apa ngetik pakai handphone atau gadget kan?”

 

Begitu komentar-komentar yang dilontarkan bila membicarakan tulisan tangan saat ini. Peran surat tulisan tangan lewat pos sudah digantikan email, peran kartu pos pun sudah langka digantikan oleh Instagram. Sekolah-sekolah mulai menggeser peran menulis tangan dengan perangkat komputer atau laptop.

 

Bahkan CEO Microsoft, Satya Nadella meramalkan bahwa sepuluh tahun ke depan, tak akan ada lagi orang yang menggunakan pulpen. Itu dikatakannya dalam sebuah wawancara di stasiun televisi di Amerika Serikat. Menurut Nadella, pulpen adalah produk yang sudah berumur terlalu panjang, dan tak lama lagi hanya bisa dilihat di museum.

 

Banyak orang berpikir tidak ada manfaat lain dari tulisan tangan selain membuat catatan atau pesan. Ketidaktahuan ini membuat banyak orang meninggalkan menulis tangan kecuali membubuhkan tanda tangan yang masih membutuhkan alat tulis. Itupun tanda tangan untuk kebutuhan legalitas, di luar itu orang-orang mulai menggunakan tanda tangan digital untuk kebutuhan yang sifatnya formalitas seperti di email atau majalah.

 

Tidak ada yang salah mengetik dengan komputer, handphone atau gadget canggih saat ini. Kecepatan, kemudahan atau praktis menjawab amnesia digitalkebutuhan pengguna teknologi tersebut. Namun bila kita melihat sekeliling kita, penggunaan teknologi tersebut sudah pada tingkat yang berlebihan. Dengan mudah kita menemukan, orang-orang menunduk tenggelam dalam kesibukannya mengetik. Entah itu sedang bersama teman-teman atau rekan-rekan mereka, entah juga saat bersama keluarga, kepala-kepala tertunduk fokus pada monitor gadget masing-masing. Mereka perlu mendapat warning bahwa adanya “Amnesia Digital, Efek Negatif Smartphone yang Merusak Memory Manusia | Ketergantungan pada perangkat mobile dan internet sangat mempengaruhi kemampuan dan menyimpan kenangan jangka panjang (long term memories)”.

 

 

 

Anda yang sedang membaca artikel ini, mungkin sudah atau mulai menyadari manfaat dari tulisan tangan. Anda mungkin sudah banyak membaca artikel atau buku tentang grafologi. Para pelopor grafologi atau ilmu analisa tulisan tangan juga periset grafologi dari kalangan psikologi dan psikiater berkali-kali menyatakan handwriting is BRAINwriting (tulisan tangan adalah tulisan OTAK). Makna dibalik pernyataan ini adalah bahwa tulisan tangan itu potret dari isi otak dan pikiran penulisnya tentang karakter dan kepribadiannya.

 

Di luar jurnal ilmiah maupun literatur riset tentang tulisan tangan, mari kita demontrasikan sesuatu untuk membuktikan handwriting is BRAINwriting. Pertama, silahkan Anda menulis nama Anda dengan tangan yang biasa dipakai. Selanjutnya ganti dengan tangan sebaliknya, tulis juga nama Anda dengan sungguh-sungguh. Memang tidak mudah atau tidak nyaman karena tidak terbiasa dan tidak terlatih menggunakan tangan yang berbeda untuk menulis.

 

Setelah selesai, Anda perhatikan pola tulisan dengan kedua tangan tersebut. Walaupun terlihat jelek tulisan yang satunya namun ada pola yang mirip antara kedua tulisan tangan tersebut. Apalagi bisa terbiasa atau terlatih menulis menggunakan kedua tangan, hasilnya akan sama antara tulisan tangan kanan dengan tangan kiri. Hal ini disebabkan tangan hanyalah media yang dipergunakan otak untuk menghasilkan tulisan, sama halnya bila media dipergunakan untuk menghasilkan tulisan adalah mulut atau kaki sekalipun.

 

patriciaUntuk teman-teman yang memiliki keterbatasan kehilangan tangan namun untuk menulis dapat menggunakan kaki atau mulut tidak terdapat perbedaan hasil tulisannya. Ini salah satu contoh tulisan kaki dari Patricia Saerang. Beliau adalah pelukis menggunakan mulut dan kaki karena keterbatasan tidak memiliki tangan. Tulisan kakinya rapi  dan bagus, bukan?

 

01 tulisan patricia saerang

Sebaliknya untuk mereka yang memiliki tangan lengkap, namun mengalami sakit seperti stroke atau Parkinson akan mengalami kesulitan dalam menulis. Hal ini membuktikan bila seorang penulis kondisi otak/pikirannya dalam kondisi baik maka untuk menulis menggunakan tangan, mulut atau kaki tetap dapat dilakukan, sebaliknya dengan tangan yang lengkap namun ada gangguan pada otak maka orang tersebut akan kesulitan membuat tulisan tangan. Ini bukti sederhana bahwa  handwriting is BRAINwriting.

 

Lebih lanjut apa manfaat dari membuat tulisan tangan? Dalam perspektif grafologi, tulisan tangan dan analisanya memberikan manfaat:

  • Mengetahui kelemahan dan kekuatan seseorang sehingga dapat mengoptimalkan pengembangan dirinya.
  • Mengetahui bakat dan minat sedini mungkin untuk pemilihan jurusan atau karir.
  • Mendapatkan kandidat karyawan yang tepat dalam proses rekrutmen/assessment.
  • Mengevaluasi kesesuaian pasangan untuk pernikahan.
  • Mengungkap potensi ketidakjujuran dan tindak kriminal.
  • Mengevaluasi pembentukan teamwork dan membangun kerja sama yang solid.
  • Terapi yang bersifat pengembangan diri maupun klinis atau psikologis.
  • Dll.

 

Demikianlah kemampuan tulisan tangan melalui otak sebagai ciptaan Tuhan atau kita bahasakan sebagai teknologi Tuhan. Dengan besarnya manfaat ini, bukankah kita perlu mengoptimalkan teknologi Tuhan dengan media tulisan tangan?

 

Anda tentu mengikuti berita-berita yang memprihatinkan dan miris belakangan ini: pembunuhan, pemerkosaan, mutilasi dan sejenisnya. Dari penampilan luar sulit bagi Anda untuk menilai seseorangan, penampakan luar dapat menjebak atau menipu. Dengan analisa tulisan tangan dapat membongkar karakter dan kepribadian seseorang yang asli dengan demonstrable evidence atau bukti yang dapat dilihat.

 

Ini untuk menghindarkan kita dari perbuatan orang-orang kriminal atau psikopat. Mereka ini ada di sekeliling Anda: entah itu teman, partner bisnis atau baby sitter yang menjaga harta tercinta yaitu buah hati Anda. Penasaran lebih lengkap bagaimana tulisan tangan menunjukkan bukti atau demonstrable evidence dan membantu Anda meningkatkan karir, bisnis, penjualan atau keuangan? Mari ikut workshop Certification of Business Handwriting Analyst, Jakarta 28 – 30 Oktober 2016.

testimoni 01

CHA Bandung

testimoni 03

testimoni 04

testimoni 05

CHA Bandung 1

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin