Bahaya shopaholic musiman menjelang Lebaran !

shopaholic moneySetiap menjelang Lebaran di Indonesia, perputaran uang untuk pengeluaran konsumtif diperkirakan mencapai 700 triliun. Berapa tuh nol-nya dari angka 700.000.000.000.000,- ? Pernah Anda bayangkan? Sungguh angka yang besar dan fantastis untuk konsumtif. Uang THR, gaji, kartu kredit bahkan ada yang menggadaikan barang-barang menjadi pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan di hari raya ini.

 

Pusat-pusat perbelanjaan baik pasar tradisional maupun modern tak ada yang sepi dan kosong pada bulan Ramadhan. Kemacetan berpindah di gedung parkir mall dan di dalam pusat perbelanjaan. Orang-orang berdesakan dalam aktivitas berbelanja. Aktivitas belanja terbesar adalah pakaian, selain  makanan, kue-kue, aksesoris dan gadget sampai kendaraan bermotor. Hampir semua kalangan menjadikan Lebaran menjadi panggung fashion dan gengsi. Menjelang lebaran bukan saja menyiapkan baju baru, ada yang sudah bermimpi-mimpi mengganti gadget terbaru sampai mobil untuk pulang kampung pun harus kinclong.

 

Masa-masa ini membuat sindrom amnesia dadakan,  lupa memikirkan kebutuhan setelah Lebaran yang juga harus dipenuhi. Lupa adanya kebutuhan mendesak yang mungkin timbul setelahnya, lupa perlu menabung untuk hari-hari ke depan. Yang terbayang hanyalah euphoria hari raya yang dilalui dengan kegembiraan. Setelahnya, nanti baru dipikirkan dengan …..?

 

Perilaku boros atau konsumtif ini dapat dipicu beberapa hal bila kita membedahnya melalui analisa tulisan tangan. Penasaran? Yuk, kita bahas:

  • lemahnya kontrol emosional

Kontrol emosional yang lemah menjadi pemicu terbesar dari perilaku konsumtif. Ciri tulisan tangannya adalah slant atau arah tulisan tangan yang bervariasi, ada yang miring kiri-tegak-miring kanan dalam rangkaian kalimat yang ditulisnya. Ciri ini menunjukkan emosi yang mudah berubah atau mood swing. Sebentar bisa dalam suasana hati yang senang, di waktu hari bisa marah-marah tak jelas. Orang dengan kondisi seperti mengikuti dorongan hatinya dan seringkali merasa dapat mengobati beban emosionalnya dengan berbelanja entah itu makanan, barang atau layanan seperti ke salon, spa atau massage.

  • beban negative stress

Ketika dalam beban negative stress yang tinggi dapat membuat seseorang ingin makan, ada yang ingin travelling atau menghilangkannya dengan berbelanja untuk menyenangkan hati yang dipikir dapat mengurangi tekanannya. Negative stress ini terutama dari beban pekerjaan, beban ekonomi sampai beban hubungan entah dengan pasangan atau keluarga. Ciri tulisan tangan seseorang yang dalam kondisi terbebani negative stress adalah baseline atau garis dasar yang menurun. Semakin menurun baseline tulisan tangan yang terbentuk, semakin dalam orang itu terbebani masalahnya. Descending baseline atau garis dasar menurun yang signifikan menginformasikan penulisnya dalam kondisi depresi.

  • gengsi

Ciri gengsi ini muncul pada orang yang memposisikan dirinya di atas orang lain atau bahasa lainnya arogan/sombong. Bila arogansinya tidak dibarengi citra diri yang kuat maka orang tersebut membutuhkan tampilan luar baik fashion, barang-barang atau mobil untuk mempertahankan gengsi. Ia selalu menginginkan dirinya lebih dari orang lain dan perlu kemasan luar yang mendukung gengsinya. Ciri ini ditampakkan pada tulisan tangan dengan margin atas sempit dengan kombinasi ukuran huruf yang kecil.

  • kurangnya berpikir jangka panjang

Ada orang-orang yang hanya memikirkan hari ini dan kurang memikirkan hari esok. Mereka fokus pada apa yang dilakukan hari ini dan juga apa yang dihabiskan hari ini. Urusan besok atau jangka panjang nanti saja memikirkannya, apalagi yang berpikir tho umur masih muda. Berapa pun yang mereka dapatkan atau punya hari ini tidak masalah dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ciri ini ditunjukkan dengan zona tengah pada tulisan tangan yang mendominasi. Setiap huruf itu dalam grafologi dibagi 3 (tiga) zona yaitu zona atas, zona tengah dan zona bawah. Idealnya menulis itu dengan zona yang proporsional sesuai huruf yang ditulis. Pada ciri kurangnya berpikir jangka panjang, huruf yang ada zona atas seperti huruf d, f, h, l; dll. dan huruf yang ada zona bawah seperti huruf g, j, p; dll dibuat lebih kecil daripada zona tengahnya yang lebih besar dari kedua zona.

  • boros alamiah

Orang-orang yang boros alamiah adalah orang-orang memang alamiahnya mudah mengeluarkan uang banyak, di sisi lain memang mereka juga berorientasi untuk mendapatkan uang yang banyak juga. Orang-orang ini memiliki tulisan tangan yang besar. Dalam grafologi, ukuran tulisan tangan termasuk besar bila ukuran huruf kapitalnya lebih dari 1 cm atau huruf kecilnya lebih dari 4 mm.

 

Dari ciri-ciri tersebut bila ada kombinasi di antaranya menimbulkan perilaku boros yang lebih serius. Semakin banyak ciri di atas pada tulisan tangannya, orang tersebut akan semakin boros. Apalagi merasa alasan borosnya untuk hal yang dirasa benar, misalnya Lebaran, wajarlah mengeluarkan biaya banyak untuk kebutuhan merayakannya.

 

Namun ada baiknya perilaku konsumtif ini dapat dikendalikan. Perlu memperhatikan kemampuan yang ada, jangan sampai ada yang berhutang untuk memenuhi nafsu belanjanya. Yang ada malah menyesal seumur hidup pusing dengan hutang yang harus dilunasi atau merusak hubungan baik karena tak mampu melunasi utang pada teman. Tentu lebih menyenangkan menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan keuangan yang ada. Masih ada hari depan yang perlu dipersiapkan juga, bukan?

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin