AWAS Daya Rusak “Inferiority Complex” !

inferior complexInferiority complex merupakan kondisi psikologis di mana seorang individu mengalami rendah atau kurangnya kepercayaan diri, dapat dibahasakan sebagai rendah diri. Gangguan atau sindrom rendah diri dapat terjadi sejak janin masih di kandungan dan terbawa sampai seorang menjadi dewasa.

 

Pembentukan inferiority complex pada janin terjadi karena:

  • Ibu yang depresi selama masa hamil
  • Pasangan yang sering bertengkar selama kehamilan
  • Lingkungan dengan paparan elektromagnetik tinggi seperti di bawah SUTET

 

Selain factor ekonomi, cacat fisik dan penyakit, pada masa kanak-kanak tentu saja sangat berpengaruh pada terbentuknya inferiority complex karena pendidikan orang tua, guru, teman-teman dan lingkungannya. Seringkali kondisi ini terbentuk tanpa disadari, kurangnya wawasan sampai kurangnya kepedulian terhadap perkembangan psikologis anak yang sehat. Prinsip hukuman fisik seperti mencubit, memukul termasuk tekanan verbal negatif seperti cercaan, hinaan dll. ikut menyumbang pembentukan inferiority complex.

 

Kerusakan yang timbul akibat inferiority complex sejak anak-anak adalah menurunnya kemampuan mental, budi pekerti dan normal sosial dengan dampak terburuk membentuk individu menjadi sociopath, tindak kenakalan sampai kriminal. Kontrol diri, emosional dan kemampuan terhadap beban stress menjadi lemah sehingga mempengaruhi kehidupan seseorang secara menyeluruh secara negatif. Mudah berbohong, penakut, penuh kebencian dan dendam, mengucilkan diri, tidak bertanggung jawab adalah bentuk-bentuk perilaku yang timbul karena inferiority complex.

 

Bagaimana grafologi mengungkap ciri-ciri inferiority complex pada tulisan tangan seseorang? Inferiority complex pada tulisan tangan terdiri dari kombinasi:

  • Ukuran tulisan tangan kecil
  • Margin atas lebar
  • Margin kiri sempit
  • Baseline atau garis dasar variasi
  • Slant atau arah huruf variasi
  • T-bar/t-stem atau coretan pada huruf t rendah
  • Tanda tangan corat moret

 

Ukuran huruf kecil menunjukkan pribadi yang pemalu dan kurang percaya diri. Namun hanya ciri ini saja tidak otomatis menunjukkan seseorang itu mengalami inferiority complex namun membutuhkan kombinasi ciri-ciri lain yang disebutkan tadi. Penulis dengan ukuran huruf kecil memiliki kekuatan antara lain: detail, teliti, mampu mengerjakan pekerjaan monoton/administrated dalam waktu lama.

 

Ingin tahu lebih lengkap bagaimana penulis dengan ukuran huruf kecil dapat mengalami inferiority complex dan solusi untuk mengatasinya? Ikuti workshop Becoming an Excellent Employee “ JAKARTA antara lain bertujuan bagi pesertanya untuk mencapai Financial Freedom hanya mengandalkan gaji sebagai karyawan atau mengaktifkan Money Magnet/Law of Attraction secara powerful, bukan saja di tataran mindset tapi juga tataran energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin