#AADJ Ada Apa Dengan (Tulisan Tangan) Jelek?

Banyak orang  ketika menyerahkan tulisan tangannya untuk dianalisa mengatakan: “Maaf kalau tulisan saya  gak terbaca.” atau “Dah jarang nulis neh tulisan jadi jelek.” Mungkin pernyataan itu ada yang menghubungkan dengan hasil analisa karakter dan kepribadian penulisnya.

 

Padahal seorang grafolog (graphologist) atau analis tulisan tangan (handwriting analyst) tidak membaca isi tulisan tangan untuk memberikan analisa karakter dan kepribadian. Lagipula tulisan jelek tidak otomatis berarti karakter dan kepribadian penulisnya jadi jelek atau sebaliknya tulisan bagus otomatis berarti karakter dan kepribadian penulisnya juga bagus.

 

Ini contoh yang sering saya berikan dengan tanpa bermaksud melecehkan suatu profesi. Tulisan tangan dokter sering dicontohkan sebagai tulisan tangan jelek, tulisan tangan sekretaris digolongkan sebagai tulisan tangan bagus. Terlepas bahwa tulisan tangan dokter (sekarang) banyak yang bagus dan ada juga tulisan sekretaris yang jelek. Dalam analogi ini, tulisan tangan dokter yang jelek tidak lantas berarti karakter dan kepribadiannya jelek, bukan? Demikian juga tulisan tangan sekretaris yang bagus tidak otomatis juga karakter dan kepribadiannya bagus, bukan?

 

Kita juga perlu menyamakan persepsi ya. Tulisan tangan yang jelek atau bagus menurut kalangan non grafolog dengan grafolog itu berbeda.  Kalangan non grafolog mengatakan tulisan tangan jelek atau bagus dari kerapian dan terbaca tidaknya, sedangkan grafolog melihat jelek atau bagusnya tulisan tangan dari ciri-ciri (traits) tulisan tangan yang memberikan analisa yang jelek (merugikan) atau bagus (menguntungkan) penulisnya.

 

Ciri-ciri (traits) tulisan tangan yang memberikan analisa yang jelek (merugikan) misalnya rendah diri, frustasi, minim target dan lain-lain, sementara ciri bagus (menguntungkan misalnya percaya diri, motivasi tinggi, perencana yang baik dan lain sebagainya.

 

Jadi apa saja yang dilihat seorang grafolog dalam menganalisa tulisan tangan? Dalam grafologi menganalisa tulisan tangan itu mengamati ciri-ciri (traits) seperti: tekanan, margin kiri/kanan/atas/bawah, spasi,  baseline (garis dasar), ketersambungan, kecepatan, slant (arah tulisan), ukuran, 3 zona, awalan, akhiran, huruf-huruf dan tanda tangan.

 

Ciri-ciri (traits) utama ini mengungkapkan analisa karakter dan kepribadian baik kekuatan maupun kelemahan yang terdapat di dalamnya. Dengan mengetahui kekuatannya, penulis dapat mengoptimalkan dirinya untuk karir atau bisnis. Mengenai kelemahannya, penulis perlu melakukan perbaikan atau improvement sehingga kelemahan tersebut tidak merugikan dirinya.

 

Membicarakan tulisan tangan yang bagus atau jelek ini sekali lagi dapat membuktikan bahwa handwriting is BRAINwriting. Anda tentu mendapat pelajaran menulis tangan yang sama dengan teman-teman sekelas pada waktu TK atau SD, bukan? Guru Anda pasti tidak membeda-bedakan dalam memberikan pelajaran menulis. Pernahkah Anda bertanya-tanya “Mengapa dengan pelajaran menulis tangan oleh guru yang sama dan cara yang sama menghasilkan tulisan tangan yang berbeda-beda?”

 

Untuk menghasilkan tulisan tangan (kaki atau mulut sekalipun) membutuhkan 3 aspek: tubuh, kecerdasan dan emosional. Kondisi tubuh, kecerdasan dan emosional setiap orang berbeda-beda sehingga dalam membuat tulisan tangan akan menghasilkan tulisan tangan yang berbeda-beda.  Bahkan dari waktu ke waktu kondisi tubuh, kecerdasan dan emosional berubah-ubah.

 

Itu sebabnya bila ada pertanyaan: “Kok tulisan saya berubah-ubah ya?” adalah hal yang wajar. Begitu ada perubahan dalam tubuh (kurang sehat, lelah dll.), kecerdasan (lupa, daya ingat menurun dll.) dan emosional (sedih, galau, marah dll.) maka akan berdampak pada tulisan tangan yang berubah juga. Grafologi memberikan gambaran kondisi penulisnya secara update pada waktu tulisan tangan ditulis. Bila tulisan tangan itu adalah catatan atau diary masa sekolah maka grafologi mengungkap karakteristik pada masa itu.

 

Trus, bila banyak ciri yang merugikan apa yang dapat diperbuat dengan tulisan tangan? Ciri-ciri yang merugikan dalam tulisan tangan dapat dilakukan perbaikan dengan mengubah tulisan tangan. Perubahan karakter atau kepribadian yang merugikan melalui perubahan tulisan tangan dinamakan graphotherapy.

 

Konsep bahwa kepribadian dan karakteristik individu dapat diubah melalui perubahan tulisan tangan telah diujicobakan secara klinis antara tahun 1929 – 1931 oleh psikolog Perancis bernama Profesor Charles Henry. Hasilnya menunjukkan korelasi positif antara perubahan tulisan tangan dengan perubahan karakter.

 

Dr. Piere Janet dan Profesor Charles Henry, di Sorbanne – Paris melalui penelitian Graphic Psychotherapy yang sangat sukses pada tahun 1929. Pada tahun yang sama, Paul de Ste, penulis Graphotherapeutics yakin bahwa banyak karakter dalam kepribadian seseorang yang dapat diperkuat atau diperlemah melalui tulisan tangan. Setelah kepindahannya ke Amerika, Paul de Ste mengabdikan diri menjadi graphotherapist baik untuk private dan psikologi klinis.

 

Pada tahun 1931, Dr. Pierre Menard, seorang dosen dan penulis buku psikologi dan kesehatan melakukan penelitian mengenai hubungan antara tulisan tangan dengan kepribadian. Dr. Pierre Menard berhasil dengan sangat baik mengubah perilaku anak-anak dengan mengubah tulisan tangannya.

 

Seorang graphologist bernama Paul de Sainte Columbe berdasarkan  hasil penelitian selama 25 tahun mempublikasikan buku Grapho-Therapeutic pada tahun 1966 dan menuliskan kesuksesannya dengan melakukan perubahan tulisan tangan untuk mengubah kepribadian. Paul de Sainte Columbe adalah murid Dr. Pierre Janet, pionir psikolog & filsuf Perancis publikasikan hasil riset grafologinya thn 1889 dan 1892.

 

graphotherapeutic Paul

Dr. Camille Strelezki dari Perancis pada tahun 1950 membuktikan bahwa graphotherapy dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah pada kliennya, seperti perasaan tidak aman, kegelisahan, ketakutan, kurang konsentrasi, anorexia. Di Jerman, graphotherapy telah digunakan dengan sukses dalam clinical setting untuk pasien yang mengalami masalah anorexia, learning disability, neurotic children, bed wetting dan masalah lainnya.

 

Jadi  sekarang Anda tahu bahwa menulis tangan sekarang bukan untuk membuat tulisan tangan yang bagus secara estetika tetapi menulis tangan dengan ciri-ciri (traits) yang menguntungkan pengembangan kualitas diri dan karakter, bukan?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

New BEST SELLER Book

Archives

My TimeLine with Love

Linkedin